Rabu, 14 Januari 2026

Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Konsumen Perumahan Central Batuaji Akan Mengadu ke Wali Kota Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang konsumen menunjukkan rumahnya yang bermasalah. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Central Raya Batuaji, khususnya di cluster Blok B, kembali mengeluhkan kondisi rumah mereka yang mengalami berbagai kerusakan. Hingga kini, keluhan mereka belum mendapat respons yang memuaskan dari pihak pengembang, Central Group.

Warga yang terdampak pun berencana mengadu langsung kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, agar permasalahan ini segera mendapat perhatian.

Keluhan utama yang disampaikan para konsumen adalah atap bocor dan tembok retak yang terus berulang meskipun sudah dilakukan perbaikan sementara. Hujan deras yang mengguyur Batam dalam beberapa hari terakhir semakin memperparah kebocoran di banyak rumah.

Fred Manulang, salah satu warga di Blok B, mengaku sudah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada pihak pengembang, tetapi perbaikannya hanya bersifat sementara.

“Kalau dikomplain, paling cuma ditambal sedikit. Besoknya bocor lagi atau malah muncul kebocoran baru di tempat lain. Hujan beberapa hari ini makin parah, atap rumah saya bocor di banyak titik. Kami akan adukan ini ke Wali Kota. Ini semua konsumen lagi persiapan ke kantor Wali kota. Mudah-mudahan secepatnya kami ke sana,” ujar Fred.

Baca Juga: Berburu Ikan Bakar di Pasar Ramadan Tanjunguma, Surga Kuliner yang Tak Pernah Sepi

Senada dengan Fred, Riky Manurung, warga lain di Blok B, juga mengalami masalah serupa. Ia menyebut bahwa sejak awal serah terima rumah, sudah banyak kerusakan yang ditemukan. Tembok rumahnya mengalami retakan yang cukup besar, bahkan rembesan air saat hujan deras mirip seperti air terjun di dalam rumah.

“Kami membeli rumah dengan harapan mendapatkan hunian yang nyaman dan layak, tapi kenyataannya tidak demikian. Setiap kali hujan deras, kami harus bersiap-siap dengan ember dan kain pel,” kata Riky.

Warga menduga bahwa penyebab utama dari masalah ini adalah kualitas pembangunan yang kurang baik. Mereka mempertanyakan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan standar yang dijanjikan pengembang.

Beberapa warga juga menyoroti proses konstruksi yang dinilai kurang teliti, sehingga menyebabkan banyaknya masalah struktural pada bangunan.

Keluhan dari warga sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak pengembang, tetapi hingga kini belum ada penyelesaian yang memuaskan. Banyak konsumen merasa bahwa tanggapan dari pengembang hanya sekadar formalitas tanpa ada solusi jangka panjang. Hal ini membuat warga semakin frustrasi dan merasa perlu melibatkan pemerintah daerah agar ada tindakan lebih tegas.

Baca Juga: Warga Resah, Gelper Liar Beroperasi di Depan Kampung Madani

Asep, perwakilan dari tim pemasaran dan penjualan Perumahan Central Raya Batuaji sebelumnya, menyatakan bahwa pihak pengembang tidak lepas tangan terhadap masalah yang dihadapi warga. Ia mengklaim bahwa rumah-rumah di kompleks tersebut dibangun menggunakan material berkualitas, termasuk batu wall panel precast beton yang dirancang untuk memberikan ketahanan lebih. Namun, ia juga mengakui bahwa pihaknya masih perlu melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menelusuri penyebab utama dari kerusakan yang terjadi.

“Kami memahami kekhawatiran para konsumen dan berkomitmen untuk menangani masalah ini dengan serius. Kami akan bekerja sama dengan pakar konstruksi untuk memastikan perbaikan yang lebih maksimal,” kata Asep.

Meski demikian, warga tetap berharap agar perbaikan yang dilakukan bersifat permanen dan bukan sekadar tambalan sementara. Mereka menginginkan rumah yang sudah dibeli dalam kondisi baik dan layak huni, sesuai dengan apa yang dijanjikan saat pembelian.

Jika dalam waktu dekat tidak ada solusi nyata dari pengembang, warga berencana membawa persoalan ini langsung ke Wali Kota Batam untuk mencari jalan keluar yang lebih tegas. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update