Kamis, 2 April 2026

Kembangkan Bahasa Melalui Teknologi Agar Generasi Penerus Tahu Asal Bahasanya

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Hari Bahasa Ibu Internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 21 Februari, merupakan salah satu program UNESCO untuk melestarikan dan melindungi semua bahasa yang digunakan oleh masya­rakat di dunia. Pentingnya eksistensi bahasa daerah secara resmi diakomodasi oleh UNESCO melalui kebijakan penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional yang mulai disahkan pada tahun 1999.
Sehubungan dengan itu, untuk perayaan Hari Bahasa

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Asep Juanda, bersama Ivan Lanin dan Al Hilal Siagian memberikan materi saat menjadi pembicara pada acara Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional di Hotel Harmoni One, Batam Center, Senin (21/2).

Ibu tahun 2022, Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Kemen­terian Pendidikan, Kebuda­yaan, Riset dan Teknologi menyelenggarakan Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional dengan mengambil tema, ”Tantangan dan Peluang Penggunaan Teknologi Bagi Perkembangan Bahasa”.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Asep Juanda, mengatakan, bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau dan Kepri. Tentunya, dalam bahasa Indonesia tersebut ada penambahan dan pengurangan sesuai dengan perkembangan zaman.

”Artinya, bagaimana untuk mempertahankan dan meningkatkan serta membinanya berkaitan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan semakin meningkatnya teknologi, sehingga bahasa Indonesia dan bahasa daerah bisa dikembangkan melalui perkembangan teknologi. Seperti yang telah dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi yang menyusun kamus bahasa Melayu Kepri-bahasa Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2021 kemarin.

”Untuk tahun 2022, mengi­kuti perkembangan zaman ini kami akan upayakan untuk masuk ke kamus yang berbentuk digital. Kemarin versi pertama dan tahun ini versi kedua dan versi ketiga sudah masuk ke digital,” katanya.

Tidak hanya itu, Asep menegaskan ada pola lainnya yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepri berkaitan dengan perkembangan zaman ini, baik itu pembinaan, pemasyarakatan bahasa nasional serta penguatan bahasa nasional dan kelestarian bahasa daerah.

”Itu dilakukan dengan teknologi yang ada, misalnya sekarang itu semuanya melalui internet, baik media sosial Instagram, YouTube, Facebook dan lainnya dikembangkan seperti itu,” tuturnya.

Pengembangan melalui media sosial itu, merupakan suatu peluang pelestarian bagi bahasa nasional maupun bahasa daerah. Sehingga, ke depannya karena minat generasi muda yang mulai berkurang akan semakin meningkat dengan penggunaan media sosial itu.

”Zaman sekarang generasi muda sangat gemar dan sangat dekat dengan teknologi yang salah satunya internet. Sehingga, di internet itu juga berkaitan dengan bahasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan diadakannya Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional ini, diharapkan bisa menyadarkan masyarakat secara keseluruhan mengenai pentingnya mempertahan dan menggunakan bahasa ibu sesuai dengan ranahnya. Termasuk juga, pentingnya menggunakan bahasa nasional, dimana bahasa nasional itu berasal dari bahasa melayu Riau dan Kepri.

”Nanti jangan sampai kehilangan jejak. Jadi generasi penerus kita ini mengetahui bahasa ini dari bahasa Melayu Kepri dan juga dapat meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap pelestarian bahasa ibu dan bahasa nasional,” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah
Editor : RATNA IRTATIK

 

 

 

UPDATE