
batampos – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini belum mempengaruhi biaya angkutan bahan baku industri. Namun, kenaikan biaya produksi dan angkutan perusahaan diprediksi akan terjadi pada pekan depan.
Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, mengatakan, kenaikan biaya transportasi ini akan mulai diterapkan pada pekan depan. Sebab, saat ini perusahaan maupun jasa angkutan masih melakukan penyesuaian terhadap kenaikan harga tersebut.
“Pengangkutan bahan baku perhari belum ini ada pengaruhnya. Tapi untuk jangka panjang pasti akan ada pengaruh, dan perusahaan pasti mengadjust (menyesuaikan),” ujarnya, Selasa (6/9/2022).
Pria yang akrab disapa Ayung itu menjelaskan, dengan naiknya biaya transportasi tersebut, maka akan berimbas juga kepada naiknya biaya produksi perusahaan.
“Ini menjadi situasi yang tidak mengenakkan, dan menjadi dilema. Nanti harga bahan bakunya akan naik, dan biaya pokok produksi naik juga,” katanya.
Menurut Ayung, kenaikan harga BBM ini perlu dibicarakan atau diadakan pertemuan seluruh pihak. Seperti pemerintah, perusahaan-perusahaan, dan para pekerja.
“Perlu dibicarakan seluruh pihak untuk mencari jalan keluarnya,” tegasnya.
Selain itu, sambung Ayung, kondisi ini juga akan mempengaruhi investasi di Batam ataupun pada investor. Sebab, saat ini para buruh sudah melakukan aksi demo.
“Pastinya ada pengaruh. Pekerja juga butuh uang lebih. Tapi nanti kembali lagi ke kemampuan perusahaan-perusahaan,” katanya.(*)
Reporter: Yofi Yuhendri



