
batampos – Haga BBM telah naik sejak 3 September lalu. Namun, sampai saat ini beberapa transportasi umum masih menggunakan tarif lama.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi Sarpan mengakui masih belum ada instruksi darinya terkait kenaikan tarif transportasi umum di Kepri.
“Kami baru saja menggelar rapat internal, dan merumuskan beberapa hal. Nah, setelah ini akan ditindaklanjuti dan memanggil para asosiasi serta operator,” kata Junaidi, Senin (5/9).
Saat ditanya apakah sudah memiliki gambaran kenaikan tarif transportasi umum? Junaidi mengaku masih belum mendapatkan berapa besaran angkanya. Sebab, harus bertemu dengan para asosiasi atau operator transportasi.
Dinas Perhubungan Kepri, kata Junaidi, mengatur tarif transportasi antar kabupaten dan kota, seperti kapal ferry dan roro. “Ferry itu seperti rute Batam ke Tanjungpinang atau Kapal Roro seperti rute Batam ke Tanjunguban. Rute antar provinsi itu Pemerintah Pusat yang mengatur,” ujarnya.
Pertimbangan kenaikan harga tiket ini, disebabkan berbagai faktor. Tidak hanya harga BBM, tapi juga jarak tempuh kendaraan. “Ada banyak faktor lainnya, nanti akan kami bahas bersama operator,” tuturnya.
Junaidi mengaku akan mencari solusi harga yang tidak memberatkan operator kapal, dan juga masyarakat sebagai pengguna jasa. “Saya harap masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Setelah ada titik temu, kami akan sampaikan penyesuaian tarifnya,” ujarnya.
Operator Baruna, Norman membenarkan belum ada penyesuaian harga tarif ferry. “Masih menunggu petunjuk dari Kadishub Kepri,” ucapnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



