Selasa, 17 Februari 2026

Kenalan di Medsos, Remaja Jadi Korban Pencabulan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi kekerasan seksual. (jpg)

batampos – Adiansyah, karyawan PT di Batam tega menggauli siswi yang baru menamatkan bangku sekolah menengah pertama (SMP). Modus pria berusia 20 tahun ini yakni berkenalanan lewat medsos, kemudian mengajak bertemu dan mencabuli korban yang masih berusia 15 tahun.

Kemarin, Rabu (2/8), Ardiansyah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam. Sidang yang berlangsung online dan tertutup itu, menghadirkan 3 orang saksi, diantaranya saksi korban, keluarga korban dan perangkat RT tempat tinggal korban.

Kuasa hukum terdakwa dari LBH Suara Keadilan, Vierki Siahaan mengatakan terdakwa tak membantah semua keterangan para tersaksi. Termasuk, mengenai perlawanan yang dilakukan terdakwa kepada keluarga korban yang menanyakan perihal pencabulan.


Baca Juga: Gelombang Protes Masyarakat, Akibat Buruknya Pelayanan SPAM Batam

“Terdakwa membenarkan semua keterangan saksi, dimana terdakwa juga sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan,” ujar Vierki usai sidang.

Dijelaskan Vierki, sidang selanjutnya yakni digelar minggu depan, agenda sidang keterangan terdakwa. “Agenda selanjutnya keterangan terdakwa, ” sebutnya.

Sementara, orang tua korban meminta agar terdakwa Adiansyah dihukum berat. Apalagi terdakwa sempat membantah telah mencabuli putri kandungnya.

“Padahal saya sudah ikhlas, tapi dia mengelak melakukan. Anak saya sudah mengaku. Tapi dia tetap keras tak mengaku, sampai melakukan perlawanan dan menendang. Pas dibawa ke kantor polisi, barulah dia mengaku,” ujar wanita paruh baya ini.

Ia tak menyangka kejadiaan naas itu menimpa putrinya yang masih berusia 15 tahun. Apalagi, anaknya masih sangat polos dan penurut, yang baru saja menamatkan bangku SMP.

“Kenal lewat medsos, diajak ketemu dan dicabuli di kosan abangnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Kejahatan Jalanan Marak, Kapolresta Barelang: Jangan Beri Pelaku Kesempatan

Menurut dia, kecurigaannya berawal saat kakak korban menanyakan keberadaan sang adik kepada dirinya. Sang adik tak ada bermalam di rumahnya. Tak hanya itu, saat anaknya di rumah, ia juga melihat cara jalan anaknya yang berbeda, begitu juga ditemukan bercak darah di celana sang anak.

“Saya tanya alasannya beli pulsa, saya tanya juga kenapa jalannya ngangkang, tapi dia tetap tak mengaku. Pas saya ajak ketemu paman yang ia takuti, barulah dia mau cerita, ternyata telah digauli,” ungkapnya.

Pengakuan sang anak bak petir di siang bolong, ia tak bisa percaya dan mencoba tetap sabar.

“Sakit rasanya, tapi semuanya sudah terjadi. Sekarang, kami hanya bisa memberi suport dan memantau pertumbuhannya, agar tidak trauma dan lainnya,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

Update