Selasa, 17 Februari 2026

Kepri Rawan Bencana Hidrometeorologi, Butuh Kerjasama Semua Pihak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelatihan penanganan bencana di Planet Holiday, Selasa (12/9).

batampos – Provinsi Kepri rawan akan bencana hidrometrologi, sehingga membutuhkan kerjasama bersama dari semua pihak. Kerjasama ini tidak hanya melibatkan antar lembaga pemerintah, swasta namun juga dari seluruh lapisan masyarakat.

Bencana hidrometeorologi itu seperti banjir, longsor, gelombang tinggi, dan puting beliung. Bencana hidrometeorologi disebabkan kondisi geografis Kepri, yang terdiri dari 96 persen laut.

“Penanganan bencana bukan tugas BPBD saja, tapi tugas semua pihak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammad Hasbi saat pembukaan pelatihan penanganan bencana di Planet Holiday, Selasa (12/9).


Ia mengatakan, pendidikan kebencanaan ini sangat penting diberikan ke masyarakat. Tidak hanya itu saja, perlu kolaborasi antar lembaga demi mencegah serta menangani bencana.

Pelatihan penanganan bencana di Planet Holiday, Selasa (12/9).

Pelatihan ini adalah salah satu cara memberikan pendidikan kebencanaan. Hasbi mengatakan, banyak cara dalam meminimalisir terjadinya bencana.

“Bagi yang paham, ada tanda-tanda sebelum bencana. Misalnya hujan yang berlangsung 7 hari berturut-turut, air yang merembes atau memancar dari tanah,” tutur Hasbi.

Tanda-tanda ini perlu dipahami masyarakat, sehingga bisa menghindari atau mendeteksi bencana lebih dini.

Hasbi mengatakan, dalam setahun ini bencana paling banyak memakan korban terjadi di Serasan, Natuna. “Tanah longsor,” tutur Hasbi.

Pelatihan kebencanaan ini mendapatkan tanggapan dari para peserta. Salah satunya dari Widyaiswara Pusdiklat BPBN, Ario Akbar mengatakan perlu moral dan etika, saat semua orang menangani bencana.

“(Kepedulian) tidak terbangun karena lupa membangun moral etik kebencanaan. Semoga bencana Serasan Natuna bisa jadi pelajaran bagi kita semua,” ujar Ario. (*)

Update