
batampos – Kericuhan saat unjuk rasa yang terjadi di depan Kantor BP Batam turut menjadi momok bagi pariwisata Batam.
Di era digitalisasi ini, informasi akan sangat cepat menyebar luas, termasuk ke negara tetangga Singapura,dan Malaysia yang menjadi penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) di Batam.
Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Yeyen Heryawan mengatakan kondusifitas sangat menentukan sektor pariwisata di Kota Batam.
Baca Juga: 28 September Rempang Harus Dikosongkan, 1.138 Unit Hunian Sementara Disiapkan Pemerintah
Keamanan Batam menjadi alasan wisman berkunjung. Melihat kejadian kericuhan yang terjadi Senin (11/9), timbul kekhawatiran bagi pelaku wisata, akan ada dampak bagi angka kunjungan.
“Sudah banyak tamu- tamu Singapore yang takut, dan khawatir soal dampak kejadian kemarin itu. Beberapa ada yang postponed untuk ke Batam,” jelas Yeyen saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/9).
Ia berharap dampak kericuhan ini tidak berlarut-larut. Karena sudah banyak agen yang konfirmasi tamu ke Batam. Harapannya semoga persoalan segera dapat diselesaikan dengan damai.
“Sebagai pelaku wisata, tentu kami maunya aman. Meskipun ada kekhawatiran akan penyebaran informasi kejadian kemarin, semoga tidak berdampak luas,” harapnya.
Baca Juga: Bapenda Batam Gandeng Kejaksaan Tagih Piutang PBB-P2 Rp600 Miliar
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan sejauh ini belum ada dampak yang ditimbulkan, akibat kejadian unjuk rasa di depan Kantor BP Batam.
“Kekhawatiran itu pasti ada. Namun, saya sudah jelaskan kepada pelaku wisata untuk tidak perlu khawatir. Kalau ada penundaan kedatangan, mungkin itu respon dari mereka, akan kejadian kemarin,” jelasnya.
Sektor pariwisata ini memang menjadi salah satu penyokong untuk perekonomian di Batam. Untuk itu, kondusifitas sangat penting. Mengingat target Batam adalah wisman.
“Kalau informasi tunda kedatangan dari agen, hingga kini belum ada yang konfirmasi. Namun kami sangat berharap ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Kerusuhan yang terjadi saat demontrasi di depan Kantor BP Batam saat aksi penolakan relokasi Rempang, turut menimbulkan ketakutan wisatawan mancanegara (wisman).
Usai kejadian kericuhan tiga wisman asal Malaysia terlihat berjalan kaki menuju pelabuhan internasional Batamcenter. Dua di antaranya merupakan pasangan yang bergegas menuju pelabuhan untuk kembali ke negaranya.
Baca Juga: Ricuh Demo Rempang, Negara Rugi Rp 250 Juta
Saat ditanyai di tengah Kantor BP Batam, Lim mengatakan kejadian ini cukup menakutkan. Ia bersama pasangannya langsung bergegas dan berjalan kaki menuju pelabuhan.
“Kata sopir saya ini sering terjadi. Jadi saya jalan kaki, karena ke pelabuhan. Sebab driver saya tak bisa jalan ke pelabuhan,” kata dia sambil melihat kerumuman warga yang masih berada di lokasi kejadian,” ujarnya.
Lim mengaku sempat menyaksikan kerusuhan terjadi, dan ini membuatnya khawatir. “Saya langsung pulang, karena tidak aman. Driver saya juga bilang begitu,” imbuhnya.
Sementara itu satu orang lagi wisman terlihat tengah menyeret koper menuju Pelabuhan Internasional Batamcenter. Pria paruh baya itu terlihat melewati puing-puing usai kerusuhan terjadi.
“Tak ada driver. Saya pilih jalan saya. Saya mau kembali ke Malaysia sore ini,” kata dia saat dijumpai di depan Kantor BP Batam.
Kejadian ini memberikan momok menakutkan bagi sektor pariwisata. Kejadian ini terjadi di pusat kota yang berdekatan dengan area hotel, dan pelabuhan Batamcenter. (*)
Reporter: YULITAVIA



