
batampos – Kericuhan yang terjadi saat penggusuran ruli Tangki 1000, Batuampar dinilai bisa memberikan efek negatif. Salah satunya, mempengaruhi investor yang masuk ke Batam.
“Kalau sering terjadi seperti ini (kericuhan) pasti akan mempengaruhi pengusaha dan investor. Batam bisa dianggap tidak aman,” ujar Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, Rabu (5/7) siang.
Baca Juga: Lahan Gusuran di Tangki Seribu Akan Dibangun Villa dan Tempat Wisata
Menurut Rafki, penggusuran seperti ini seharusnya tidak terjadi kericuhan. Untuk itu, ia meminta pihak pemerintah dan aparat melakukan penggusuran dengan cara persuasif.
“Dengan persuasif pasti bisa diselesaikan. Jangan dengan cara-cara yang tidak manusiawi,” katanya.
Namun, sejauh ini, kata Rafki, kericuhan tersebut belum menimbulkan efek negatif. “Imbasnya nama baik Batam nanti. Tapi sampai sekarang belum ada pengusaha atau investor yang mengeluh,” ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Provokator Kericuhan di Tangki Seribu, 14 Warga Diamankan Polisi
Diketahui, penggusuran pemukiman ruli di Batam kerap terjadi kericuhan. Sebelumnya, penggusuran di kawasan Baloi Kolam, Kampung Harapan Swadaya Bengkong juga terjadi kericuhan.
Saat penggusuran, petugas dilempar menggubakan batu, dan bom molotov. Petugas juga terpaksa melepaskan tembakan gas air mata kepada penghuni ruli yang melakukan perlawanan. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



