
batampos – Kondisi jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Batam, semakin memprihatinkan. Kerusakan yang sebelumnya sudah terjadi kini makin parah, terlebih saat musim hujan melanda. Genangan air dan banjir membuat kondisi jalan sulit dilalui, khususnya bagi pengendara roda dua.
Sistem drainase di sepanjang jalan tersebut tidak berfungsi dengan baik. Saat hujan turun, air tidak mengalir lancar dan menggenangi seluruh ruas jalan. Hal ini menyebabkan lubang-lubang jalan tak terlihat dan menjadi jebakan berbahaya bagi pengguna jalan.
Aktivitas kendaraan berat yang padat turut memperparah kerusakan. Jalan ini menjadi lintasan utama bagi truk-truk besar seperti trailer, truk gandeng milik perusahaan galangan kapal, serta truk pengangkut material tanah beroda sepuluh yang lalu-lalang setiap hari.
Baca Juga: Jalan Rusak dan Angkot Ngetem Sebabkan Kemacetan Parah di Bawah JPO SP Plaza
Aspal yang semula sudah rusak kini semakin terkikis. Pecahan-pecahan aspal membentuk lubang lebar dan dalam. Kendaraan yang terus melintas mempercepat kerusakan di lokasi yang tergenang air tersebut.
Akses menuju pelabuhan menjadi sangat sulit. Seluruh ruas jalan nyaris rata dengan lubang. Saat kendaraan berpapasan, pengendara terpaksa masuk ke genangan air dan lubang besar, meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kalau hujan dan banjir, lubang-lubang ini jadi jebakan. Sudah banyak korban jatuh, terutama pengendara motor,” ujar Hamza, warga Seialeng yang kerap melintasi jalan tersebut. Ia berharap ada solusi cepat dari pemerintah.
Menurut Hamza, kondisi ini tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di kawasan pelabuhan yang strategis tersebut.
Lurah Sei Binti, Jamil, mengatakan bahwa pihak kelurahan telah mengusulkan perbaikan jalan ini dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota. Ia menyebut perbaikan menyeluruh menjadi prioritas utama di wilayahnya.
“Kami masih menunggu proyek perbaikan dari Pemko Batam. Sudah kami sampaikan dalam usulan Musrenbang karena kerusakan jalan ini sangat parah,” jelas Jamil.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum korban kecelakaan semakin bertambah dan kerusakan makin meluas. Perbaikan drainase dan pengaspalan ulang dinilai sebagai langkah paling mendesak untuk mengatasi persoalan ini. (*)
Reporter: Eusebius Sara



