
batampos – Ledakan kapal MT Federal II milik PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang mengakibatkan trauma mendalam bagi salah seorang korban, Arrafi. Akibat peristiwa tersebut ia mengalami luka bakar di bagian tangan, telinga, dan dirawat di RS Mutiara Aini, Batuaji.
Arrafi mengatakan ledakan kapal tersebut berawal saat ia melakukan pengelasan atau welding di dalam tangki nomor dua bersama 9 orang rekannya.
“Kami ditanki 2 ada 10 orang, semuanya selamat karena langsung manjat tangga. Sisanya (korban) di tanki 1,” ujarnya.
Baca Juga: Ratusan UMKM Batam Gagal Akses Pinjaman Rp20 Juta Gegara Catatan SLIK
Ia mengatakan ledakan kapal tersebut berlangsung sangat cepat. Api awalnya muncul dari bawah palka dan membesar di dalam tangki.
“Api itu dari bawah palka, naik ke atas. Setelah itu meledak dan yang parah itu tangki samping (nomor 1),” katanya.
Ia mengaku tak mengetahui pasti penyebab kebakaran yang disertai ledakan tersebut. Namun, ia menilai di dalam tangki terdapat bekas cutting-an dan bau gas dari pipa-pipa.
“Percikan api pasti ada dari pengelasan. Tapi harusnya ada alat untuk menahan apinya agar tidak terbakar,” ungkapnya.
Sementara Dedi, korban lainnya yang dirawat di RS Graha Hermine tak ingin mengenang peristiwa naas tersebut. Ia mengaku ingin memulihkan kondisi dan kembali berkumpul dengan keluarga.
Baca Juga: Anak Rentan Terkena ISPA di Musim Hujan, Dinkes Batam Imbau Orang Tua Waspada
“Alhamdulillah yang penting masih bisa ketemu keluarga. Harapan semoga lekas sembuh saja,” katanya.
Diketahui, peristiwa ini menyebabkan 31 orang pekerjs menjsdi korban. Dari seluruh pekerja, 13 orang meninggal dunia, dan 10 orang masih dirawat di RS Mutiara Aini, RS Graha Hermine, dan RS Awal Bros Botania. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



