
batampos – Suasana tenang di Perumahan Greenland, Batam Kota, mendadak berubah mencekam pada Jumat (11/4). Amir, Ketua RT Blok A, menjadi korban penikaman yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, seorang perempuan berinisial A (42).
Aksi tersebut terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang membersihkan taman fasilitas umum (fasum) bersama sejumlah warga.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana, pelaku datang tanpa banyak bicara dan langsung menghunuskan pisau dapur yang dibawanya ke arah korban.
“Korban ditikam sebanyak lima kali,” ungkap Iptu Bobby saat dikonfirmasi, Sabtu (12/4).
Beberapa tusukan dilaporkan mengenai bagian paha dan bawah ketiak Amir. Akibat luka serius yang diderita, Amir langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan dan menjalani operasi darurat. Hingga saat ini, korban masih dalam proses pemulihan dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Setelah operasi, kondisi korban masih dalam perawatan,” tambah Iptu Bobby.
Motif di balik penyerangan ini masih menjadi fokus penyelidikan. Namun, dari pengakuan awal pelaku kepada penyidik, aksi tersebut dilatarbelakangi oleh rasa tidak senang terhadap korban.
“Ada permasalahan pribadi, dendam dan marah, ada rasa kurang senang dengan Pak RT,” jelas Bobby.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah motif tersebut berkaitan dengan urusan pribadi, masalah lingkungan, atau hal lainnya.
Pelaku, yang diketahui sebagai ibu rumah tangga dan tinggal tak jauh dari rumah korban, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menggali motif secara menyeluruh, termasuk menunggu kondisi korban membaik agar dapat memberikan keterangan.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, yang mengenal Amir sebagai sosok aktif dalam kegiatan lingkungan. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
“Kami sangat kaget. Pak RT selama ini baik dan rajin bantu urus lingkungan. Semoga beliau cepat sembuh dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku,” ujar warga sekitar yang enggan disebut namanya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang. (*)
Reporter: Aziz Maulana



