Kamis, 15 Januari 2026

KKP Segel 20 Ton Ikan Beku Bermasalah di Batuampar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 20 ton ikan beku jenis salem atau Frozen Pacific Mackerel di gudang PT D yang berlokasi di dalam kawasan industri Union, Batuampar. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 20 ton ikan beku jenis salem atau Frozen Pacific Mackerel di gudang PT D yang berlokasi di dalam kawasan industri Union, Batuampar, Kamis (8/6/2023).

Ikan ini peruntukan untuk industri pemindahan namun belakangan beredar di pasar Batam. KKP yang dipimpin langsung oleh Menteri Sakti Wahyu Trenggono, mengambil tindakan tegas dengan menyegel ikan beserta gudangnya.

“Ikan beku salem ini harusnya beredar untuk industri pemindangan namun bocor ke pasaran. Mungkin juga pengusahanya tidak atau atau pura-pura tidak tahu tapi mereka mengakui kesalahannya. Selanjutnya kita berikan penyegelan sebagai bentuk peringatan agar tidak mengulangi lagi,” Menteri Trenggono.

Baca Juga: Keributan Taksi Konvensional dan Taksi Online Kembali Terjadi di Pelabuhan Punggur

Dengan adanya penyegelan ini, tentunya KKP akan menindak lanjuti pemilik atau penanggung jawab atas ikan-ikan tersebut sebagai langka pengawasan dan penindakan. Tujuannya agar pelaku importir yang ada di dalam Negeri tidak melenceng dari aturan yang sudah ada.

“Ikan ini dari China. Kita segel dan tindak sebagai bentuk pembinaan kepada importir agar tidak melenceng di lapangan,” ujar Trenggono.

Baca Juga: Mayat Ditemukan Dalam Parit di Bengkong

Dijelaskan menteri Trenggono, beredarnya ikan impor ini tentu sangat berdampak dengan nilai jual ikan hasil tangkapan nelayan lokal.

Ikan lokal yang dijual diatas To 26 ribu perkilogram kalah bersaing dengan ikan impor yang dijual dengan angka Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu perkilogram.

“Itu poinnya. Mengganggu nilai jual ikan tangkapan nelayan lokal. Pelanggaran mereka adalah menjual ikan ini ke luar, padahal izin impornya untuk proses pemindahan,” ujar Trenggono.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Update