Sabtu, 21 Februari 2026

Konferensi Pendidikan Vokasi Digelar di Batam, Peserta dari 7 Negara Asean

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Kiki Yuliati memberikan sambutan pada acara konferensi Internasional di Bidang Pendidikan Vokasi di Hotel Marriot Harbourbay, Selasa (4/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar konferensi internasional di bidang pendidikan vokasi di Hotel Batam Marriott Harbour Bay, Selasa (4/7) pagi.

Konferensi Internasional ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan perwakilan 7 negara ASEAN. Yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, dan Timor Leste.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Kiki Yuliati mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian keketuaan Indonesia sebagai ketua ASEAN pada tahun ini. Untuk itu, Kemendikbudristek diminta untuk menyelenggarakan konfrensi ini.


Baca Juga: Masih Banyak Bangku SMA Negeri Kosong di Batam

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan program Technical and Vocational Education and Training (TVET) di berbagai negara di ASEAN,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini juga merupakan dorongan Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk peningkatan kualitas dan peran vokasi. Seperti mendukung pendidikan masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Dengan komitmen pemerintah, pendidikan atau pelatihan vokasi ini dipilih menjadi tema dalam rangkaian ini,” katanya.

Kiki menambahkan kegiatan ini sengaja digelar di Batam karena cocok menjadi model yang representatif dari kerja sama atau kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dengan industri. Contohnya di Politeknik Negeri Batam.

Baca Juga: Anggota Kepolisian Terkena Anak Panah, Saat Penggusuran di Tangki 1000 Batam

“Batam selama ini sudah berjalan kolaborasi antara pendidikan vokasi dan bisnis-industri. Pertumbuhan ekonomi Batam sangat signifikan,” katanya.

Kiki berharap dengan pendidikan vokasi, melalui sekolah menengah kejuruan (SMK), perguruan tinggi, politeknik, hingga lembaga kursus, dapat mempersiapkan SDM di Indonesia. Serta kegiatan ini akan berdampak ke Batam dalam menyambut kerja sama lebih jauh dengan bisnis/industri di negara-negara luar.

“Harapannya mobilitas orang, bisnis dan industri di berbagai negara di ASEAN menjadi lebih lancar,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

SALAM RAMADAN