Jumat, 16 Januari 2026

Koperasi Merah Putih Pulau Buluh Diresmikan, Tonggak Baru Ekonomi Warga Hinterland

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) di Pulau Buluh, Rabu (17/9) sore. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pulau Buluh kini punya tonggak baru penggerak ekonomi. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) di pulau tersebut, Rabu (17/9) sore. Kehadiran koperasi ini diharapkan bukan sekadar simbol, melainkan benar-benar menjadi motor kemandirian ekonomi warga.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, menegaskan pembentukan koperasi ini sejalan dengan arahan Presiden dan regulasi Kementerian Koperasi untuk mempercepat gerakan koperasi di daerah. Dari 64 koperasi Merah Putih di Batam, Pulau Buluh menjadi salah satu yang paling siap.

“Persiapannya sudah jauh-jauh hari dilakukan. Kami ingin memastikan koperasi ini aktif berjalan, bukan hanya nama di atas kertas,” ujarnya.

Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) siap menjadi mitra keuangan. Dua perusahaan swasta juga ikut menopang. PT Mitra Candi Abadi bakal menyuplai elpiji agar harga lebih terjangkau, sementara PT Putera Daerah Sukses Bersama menyediakan beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ketua KMP Pulau Buluh, Rudi Juniarto, mengaku pengurus masih awam. Namun dengan semangat dan pendampingan, ia optimistis koperasi bisa berkembang. “Kami butuh pelatihan. Semoga koperasi ini bukan hanya seremonial,” tuturnya.

Deputi Sarana dan Prasarana Kemaritiman Kemenko Marves, Amalios, menilai KMP Pulau Buluh berpotensi jadi role model bagi koperasi serupa di Batam. “Model ini bisa jadi warna berbeda. Yang penting dijalankan serius,” katanya.

Amsakar menegaskan, koperasi Pulau Buluh ini adalah yang pertama diresmikan di Batam, dan kedua di Kepri setelah Lingga. “Presiden Prabowo menekankan, koperasi Merah Putih harus jadi penggerak ekonomi rakyat. Jangan hanya simpan pinjam, tapi pikirkan usaha yang bisa berkembang,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepercayaan dalam mengelola koperasi. “Dua mitra usaha sudah siap membantu. Tugas kita menjaga amanah itu,” ucapnya.

Dengan peresmian ini, Pulau Buluh bukan hanya punya wadah usaha bersama, tapi juga harapan baru untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat hinterland. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update