
batampos – Masyarakat Seibeduk desak Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk segera menangani kerusakan akses jalan utama mereka yang semakin membahayakan pengendara. Jalan S. Parman di Seibeduk saat ini dalam kondisi rusak parah dengan banyak lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah pengendara, terutama pemotor, sudah menjadi korban akibat kondisi jalan yang berlubang. Tidak sedikit remaja, ibu-ibu, dan pekerja mengalami kecelakaan karena terjebak lubang yang tersebar di sepanjang jalan tersebut. Hal ini membuat masyarakat semakin khawatir saat melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari atau saat hujan.
Menurut Riyanto, salah satu warga Seibeduk, kerusakan jalan terlihat merata hampir di seluruh ruas jalan, mulai dari daerah Muka Kuning hingga Kampung Bagan. Ia mencatat ada puluhan titik jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara.
Selain lubang yang dalam, kondisi jalan juga semakin buruk akibat gelombang permukaan jalan yang diakibatkan oleh tambal sulam yang dilakukan sebelumnya. Tambalan jalan yang tidak merata menyebabkan kendaraan mudah kehilangan keseimbangan, terutama bagi pengendara roda dua yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Masyarakat setempat menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga tetapi juga berisiko menyebabkan kecelakaan fatal. Mereka berharap ada tindakan cepat untuk perbaikan jalan agar aktivitas berkendara menjadi lebih aman dan nyaman.
Angga, salah satu korban kecelakaan akibat jalan berlubang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perbaikan jalan yang selama ini hanya sebatas tambal sulam. Menurutnya, solusi sementara ini tidak menyelesaikan masalah, karena dalam waktu singkat jalan kembali rusak. Ia berharap ada perbaikan menyeluruh agar masalah ini tidak terus berulang.

Masyarakat Seibeduk telah beberapa kali menyampaikan keluhan mereka kepada Pemko Batam, baik melalui media sosial maupun pertemuan langsung dengan pihak terkait. Mereka menginginkan adanya kepastian kapan jalan ini akan diperbaiki secara menyeluruh, bukan hanya perbaikan kecil yang tidak bertahan lama.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pemko Batam sebelumnya telah memberikan respon dan menyatakan bahwa peningkatan akses jalan di daerah tersebut telah masuk dalam agenda perbaikan infrastruktur. Namun, pengerjaannya masih dijadwalkan sesuai anggaran yang tersedia tahun ini.
Meski demikian, masyarakat berharap agar proses perbaikan dapat segera dilakukan tanpa menunggu terlalu lama. Mereka khawatir jika dibiarkan lebih lama, jumlah korban kecelakaan akibat jalan rusak akan terus bertambah.
Dengan adanya desakan ini, masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan nyata dan memastikan bahwa akses jalan utama di Seibeduk kembali dalam kondisi layak guna bagi seluruh pengguna jalan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



