Senin, 26 Januari 2026

Korban Tawuran Batuaji Ternyata Alumni SMK Negeri 5, Plesetan Yel-Yel Diduga Jadi Pemicu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Iptu Andi Pakpahan. (tengah). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Polisi mulai mengungkap fakta baru di balik tawuran antar remaja yang viral di media sosial dan terjadi di Jalan Pahlawan, arah Bundaran Basecamp, Batuaji, Jumat (8/8) malam. Korban bentrokan ternyata bukan siswa aktif, melainkan alumni dari SMK Negeri 5 Batam.

PLH Kapolsek Batuaji yang juga Kanit Reskrim, Iptu Andi Pakpahan, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah yang disebut terlibat dan berkoordinasi lintas polsek sesuai arahan Kapolresta Barelang.

“Wilayah Polsek Sagulung ada SMK Negeri 5, Polsek Sekupang untuk SMK Negeri 4, dan Polsek Bengkong untuk SMK Maritim. Sesuai petunjuk Kapolres, kami melakukan pendekatan ke sekolah, khususnya SMK Negeri 1,” ujar Andi, Senin (11/8).

Baca Juga: Tanggapi Tawuran Kelompok Remaja di Batuaji, Polresta Barelang Lakukan Tindakan Persuasif

Dari hasil penelusuran, korban yang terlihat dalam video tawuran adalah mantan siswa SMK Negeri 5. Identitasnya telah diketahui, dan polisi sudah berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan beserta keluarganya.

Kronologis kejadian bermula dari kegiatan perlombaan Futsal yang diikuti beberapa sekolah. Saat perjalanan pulang, muncul yel-yel yang dipelesetkan, direkam, dan disebarluaskan. Plesetan ini memicu emosi kelompok pelajar lain.

Meski sempat disebut melibatkan siswa SMK Negeri 5, Andi menegaskan tidak ada siswa aktif sekolah itu yang menjadi korban.

“Kami sudah mengimbau sekolah agar guru mengingatkan siswanya untuk tidak terpancing isu atau ajakan negatif,” tegasnya.

Polisi terus berkoordinasi dengan Polsek lain untuk mencegah bentrokan lanjutan. Peran orang tua juga diharapkan untuk mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah.

Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Cabang Batam menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk memantau dan membina siswa. Kepala Kantor Disdik Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menyebut agenda Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mendatang akan membahas khusus masalah tawuran ini. Dua sekolah yang disebut terlibat, SMK Negeri 5 Batam dan SMK Maritim, akan mendapat perhatian khusus.

Kasdianto juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak di luar jam sekolah. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua. “Jangan biarkan anak berkendara sendiri dan keluyuran di malam hari. Guru perhatikan di sekolah, orang tua perhatikan di rumah,” ujarnya.

Seperti diketahui, video tawuran di Batuaji yang viral menunjukkan sekelompok pemuda menyerang menggunakan balok kayu dan batu, bahkan berlari ke tengah jalan saat lampu merah menyala. Peristiwa singkat namun brutal itu membuat warga resah dan mendorong aparat serta pihak sekolah bergerak cepat menutup peluang terjadinya bentrok lanjutan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update