
batampos – Proses pencarian seluruh korban insiden tenggelamnya kapal long boat yang mengangkut rombongan tim sepak bola dari Pulau Nenek, Batam, akhirnya resmi dihentikan. Korban ke-13 yang sebelumnya belum teridentifikasi, ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur, dan telah dipastikan bernama Fadli alias Papat.
“Sudah terkonfirmasi atas nama Fadli alias Papat. Pihak keluarga tadi sudah memastikan langsung ke RS Bhayangkara,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, Jumat (27/6).
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai. Dari 13 korban, 10 orang selamat dan 3 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal pertama yang ditemukan adalah Firdaus, pada Kamis (26/6) sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Pulau Bulan. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Pulau Awi.
Baca Juga: Dua Korban Long Boat di Perairan Selat Nenek Ditemukan Meninggal, Satu Jenazah Masih Diidentifikasi
Tak lama kemudian, sekitar pukul 06.30 WIB, Tim SAR menerima informasi dari seorang nelayan bernama Anda yang menemukan mayat mengambang di sekitar perairan Pulau Panjang. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban kedua sekitar pukul 07.00 WIB di koordinat 00°57.528′ U – 104°00.821′ T.
Korban dibawa ke KAL Anakonda, lalu dievakuasi lebih lanjut menggunakan RIB 03 milik Basarnas. Pukul 09.26 WIB, pihak keluarga memastikan korban adalah Muhammad Fahri Kurniawan.
Sementara itu, jenazah ketiga ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur. Setelah melalui proses identifikasi di RS Bhayangkara, korban dipastikan adalah Fadli alias Papat.
Insiden tenggelamnya kapal ini terjadi pada Rabu (25/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal membawa 13 orang rombongan tim sepak bola Pulau Nenek menuju Pulau Setokok untuk mengikuti pertandingan, namun dihantam gelombang tinggi di Selat Nenek hingga terbalik.
Informasi pertama diterima oleh Basarnas dari perangkat Desa Setokok, Zamri, pada pukul 17.50 WIB. Lokasi kecelakaan berada di koordinat 00°54’38” LU dan 104°01’47” BT, sekitar 26 kilometer dari Pos SAR Batam.
Baca Juga: Terlibat Pengeroyokan DJ, Dua WNA asal Vietnam Dideportasi dari Batam
Pada malam hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan enam orang dalam kondisi selamat: Rahel, Peri, Rico, Boge, Rehan, dan Andika. Sekitar pukul 21.03 WIB, empat korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat: Tepok, Damar, Maher, dan Amirul. Mereka ditemukan berpegangan pada badan kapal yang terbalik.
Pencarian korban melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, Polsek Bulang, perangkat desa, serta masyarakat. Tim SAR juga mengerahkan peralatan canggih seperti drone thermal, Aquaeye, dan perahu karet.
“Dengan ditemukan seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian,” tutup Dedius. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



