Rabu, 12 Juni 2024
spot_img

Krisis Air di Tanjunguncang

Berita Terkait

spot_img

 

IMG 7400 scaled e1674449957403
ILUSTRASI: warga menampung air kubangan akibat krisis air bersih. Krisis air juga terjadi di Tanjunguncang. Foto: Yashinta/Batam Pos

batampos – Tanjunguncang mengalami krisis air. Upaya demonstrasi, diskusi, tak kunjung membuahkan solusi. 

Krisis air di Tanjunguncang ini, semakin membuat masyarakat menderita. Warga benar-benar kecewa dengan sistem pendistribusian air bersih di Batam. 

Krisis air di Tanjunguncang ini, tidak hanya membuat masyarakat sulit memenuhi kebutuhan air harian. Namun juga, sulit saat memandikan jenazah. Sebab pasokan air yang tidak lancar. 

“Jangan untuk memenuhi kebutuhan harian di rumah, untuk memandikan jenazah warga yang meninggal dunia harus membeli air ke luar wilayah Tanjunguncang,” kata Tokoh Masyarakat Tanjunguncang, Nasril. 

Baca Juga: Krisis Air Bersih Berkepanjangan, Warga Tanjunguncang Unjuk Rasa

Tokoh masyarakat hingga perangkat RT/RW telah menyambangi kantor pengelola air di Batamcenter. Namun, janji air akan mengalir lancar, tak kunjung ditepati oleh pengelola air. 

Begitu juga dengan janji untuk menyuplai air, dengan mobil tangki tak terpenuhi sampai saat ini. 

“Sampai sekarang tak ada perubahan. Hanya di Tanjunguncang saja yang begini di Batam ini. Apa Tanjunguncang sudah tak masuk Batam lagi ya,” ujar Nasril.

Nasril mengaku, sudah tidak tahu harus berbuat apa, agar problem pasokan air ini bisa selesai. Ia mengaku, berbagai cara sudah ditempuh, namun tak kunjung membuahkan hasil. 

Baca Juga: Warga Pindah Akibat Mati Air di Tanjunguncang

Sementara itu,  Ketua RT 01 RW 23 Perumahan Central Park Residence, Surya Darma Sitompul mengatakan, pasokan air yang tersendat ini, tidak hanya kawasan Tanjunguncang saja. Tapi, juga di kawasan Batuaji. 

“Sampai kapan seperti ini terus,” ujarnya. 

Banyak warga yang meneteskan air mata dengan persoalan ini. Sebab, protes atau demonstrasi dianggap angin lalu saja oleh pemerintah daerah maupun pengelola air. 

“Nangis ibu-ibu di sini kalau kami bahas masalah air ini. Teringat kembali bagaimana susahnya kami selama ini untuk mendapatkan air. Mau dengan cara apa lagi kami mengadu atau komplain,” ujar Surya. 

Reporter: EUSEBIUS SARA

spot_img

Update