Senin, 6 April 2026

Kuota Permohonan Pembuatan Paspor di Imigrasi Batam Selalu Penuh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah warga menunggu giliran untuk pengurusan paspor di kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Batam, Selasa (2/5). F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos– Sejumlah masyarakat Kota Batam masih kesulitan untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor. Hal itu dikarena kuota permohonan pembuatan paspor secara online melalui aplikasi M-Paspor selalu penuh.

Bahkan, hingga akhir November ini, kuota permohonan pembuatan paspor sudah tak ada kuota. Beberapa warga Batam malah memilih untuk membuat paspor diluar Batam, salah satunya Tanjunguban.

Rani, warga Tiban misalnya, sudah hampir dua bulan mencoba mendaftarkan diri untuk pembuatan paspor di Aplikasi M-Paspor. Namun hingga saat ini, di aplikasi tersebut tak ada sama sekali kuota.

“Tak bisa daftar, karena kuota nya sudah penuh. Bulan November ini juga penuh,” ujar Rani.

BACA JUGA: Warga Batam Kesulitan Daftar Pembuatan Paspor Online

Menurut dia, tak hanya mencoba untuk mendaftar online Imigrasi Batam, ia juga mendaftar online di Imigrasi Belakang Padang. Hasilnya sama, kuota permohonan paspor di dua dKantor Imigrasi itu sudah penuh.

“Liat di Aplikasi Batam dan BLP sudah full. November ini udah tak kuota,” ungkap Rani.

Karena butuh cepat untuk memperpanjang paspor, ia pun berencana untuk membuat permohonan paspor di Kantor Imigrasi Tanjunguban. Dimana informasi itu ia dapat dari teman, yang sudah berhasil membuat paspor disana.

“Info dari teman, permohonan di Tanjunguban, kuota disana masih ada. Selesainya juga cepat,” sebut Rani lagi.

Sementara, Icha warga Batamcenter baru saja dapat kuota untuk membuat paspor melalui M-Paspor. Dimana hal itu ia tunggu hampir 2 bulan lebih.

“Perjuangan luarbiasa, dua bulan lebih mendaftar selalu tak dapat kuota. Alhamdulillah akhirnya dapat juga,” jelas Icha.

Ia mengakui saat mendapat nomor antrean, banyak warga yang membuat paspor. Ia pun heran, kenapa bisa sebanyak itu warga yang membuat paspor setiap harinya.

“Pembuatan paspor melebihi buat KTP. Kayaknya yang buat KTP tak sebanyak ini,” jelas Icha lagi. (*)

reporter: yashinta

UPDATE