Rabu, 14 Januari 2026

Lagi, 76 PMI Dideportasi Dari Malaysia, Ada 3 Anak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menaiki bus saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (22/5). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Sebanyak 76 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, kemarin . Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan anak-anak yang ikut dipulangkan bersama orang tuanya.

Suasana pelabuhan tampak lebih ramai dari biasanya. Di area kedatangan, puluhan PMI turun dari kapal dengan membawa barang bawaan dalam tas besar, kardus, hingga ransel seadanya. Raut kelelahan dan kelegaan terlihat jelas di wajah mereka setelah menempuh perjalanan dari Stulang Laut, Johor Bahru.

Baca Juga: Korban Terakhir Long Boat Tenggelam di Selat Nenek Teridentifikasi, Operasi SAR Resmi Dihentikan

Proses pemulangan dilakukan dalam dua trip kapal karena jumlah deportan yang cukup banyak. Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Mario, menyebutkan bahwa gelombang pertama tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan disusul oleh gelombang kedua satu jam kemudian.

“Mereka dibawa dalam dua trip kapal. Totalnya ada 76 orang, terdiri dari 45 laki-laki, 28 perempuan, dan tiga anak-anak,” jelas Mario kepada Batam Pos.

Menurut Mario, para PMI yang datang langsung dibawa ke shelter sementara di kawasan Imperium, Batam Kota. Di lokasi tersebut, para PMI akan beristirahat sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sampai langsung dibawa ke selter oleh petugas BP3MI,” ujar Mario.

Baca Juga: Situasi Geopolitik Memanas, Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Batam Tetap Lancar

Menurut Mario, mayoritas PMI yang dideportasi adalah mereka yang masuk ke Malaysia secara nonprosedural. Selain itu, ada juga yang sudah melewati masa izin tinggal atau tidak memiliki dokumen yang sah.

“Mereka ditangkap otoritas imigrasi Malaysia dan kemudian dipulangkan melalui jalur resmi. Setibanya di sini, kami langsung bantu proses pengarahannya ke shelter,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update