Selasa, 5 Mei 2026

Lagi, Siswi SMP di Batam jadi Korban Asusila

Berita Terkait

EB, pelaku asusila yang doamankan Polsek Sagulung. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Seorang pelajar SMP di Sagulung, Kota Batam, menjadi korban asusila oleh teman laki-lakinya EB. Ini merupakan kasus asusila anak dibawah umur yang kedua dalam sebulan terakhir di Polsek Sagulung.

Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra, mengatakan, korban berinisal CN. Ia menjelaskan, sebelumnya kasus pencabulan serupa juga dialami oleh Pa, remaja wanita 14 tahun.

Siswi SMP ini jadi korban pencabulan dari seorang pemuda berinisial Fs, 18 tahun di wilayah hukum Polsek Sagulung, Minggu (31/7) malam lalu. Dua kali FS menggauli korban di lapangan kosong di kelurahan Seilekop, Sagulung.

“Sama modusnya. Korban diajak keluar di malam hari, kemudian dicabuli. Inilah yang kita wanti-wanti selama ini, agar orangtua benar-benar kembali memperhatikan pergaulan dan aktifitas anak di rumah atau di luar jam sekolah. Keluar malam dengan orang tak kenal itu tak boleh, apalagi anak gadis,” ujarnya.

Maraknya kasus pencabulan anak dibawa umur ini, hendaknya jadi perhatian serius orangtua. Pengawasan terhadap anak harus benar-benar diperhatikan demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Aktifitas media sosial sang anak juga harus diawasi, agar orangtua bisa melihat sejauh mana pergaulan di dunia Maya.

“Kelalaian orangtua juga yang membiarkan anak keluyuran di malam hari. Ini harus diperhatikan lagi. Awasi betul anak-anak di luar jam sekolah. Jangan biarkan anak keluyuran di malam hari. Awasi juga aktifitas medsosnya,” ujar Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra.

Nyoman mengatakan, orang tua juga harus memperhatikan siapa saja teman anak untuk bermain. Jangan sampai anak keluyuran hingga larut malam tanpa tujuan yang pasti

“Kalau anak tidak pulang rumah sampai larut malam, maka harus dicari. Lalu anak diberikan nasihat agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya lagi.

Selain itu, orang tua juga harus melakukan pendekatan bagi anaknya. Jangan sampai tidak ada komunikasi sampai seharian atau berhari-hari. Sebab anak yang masih dibawah umur sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh lingkungan

“Anak baik kalau tidak diperhatikan bisa jadi pelaku kejahatan ataupun korban kejahatan, jangan sampai hal ini terjadi, selalulah mengawasi anaknya, sesekali satu keluarga harus kumpul bareng atau makan bersama,” tegasnya.

Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan, Polsek Sagulung juga rutin melakukan patroli. Bahkan jika menemukan anak yang masih nongkrong hingga larut malam, maka akan dibubarkan

“Tidak ada cerita anak anak nongkrong sampai larut malam. Mereka (anak-anak) bisa saja jadi pelaku kejahatan maupun korban kejahatan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE