
batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota meneguhkan komitmennya menjaga marwah budaya Melayu melalui gelaran Majelis Kenduri yang berlangsung di Aula SMAN 3 Batam, Minggu (19/10).
Acara ini menjadi ajang silaturahmi antar pengurus dan tokoh masyarakat sekaligus ruang mempererat kolaborasi dalam merawat nilai-nilai adat di tengah pesatnya arus modernisasi Kota Batam.
Ketua panitia pelaksana, Arpandi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini lahir dari semangat kebersamaan seluruh pengurus LAM Batam Kota.
“Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak. Jika ada kekhilafan atau kesalahan, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” kata dia.
Baca Juga: Impor Limbah dari AS Terus Bertambah, Kini Jumlahya 200-an Kontainer
Sementara itu, Ketua LAM Kecamatan Batam Kota, Dato’ Wan Gamalyardi, menegaskan bahwa majelis kenduri ini merupakan wujud nyata dari cita-cita yang telah lama direncanakan para pengurus sejak penabalan tujuh bulan lalu.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi langkah awal memperkuat sinergi antar tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah di wilayah Batam Kota.
“Mari samakan langkah agar Batam Kota menjadi daerah yang aman, nyaman, dan berbudaya. LAM adalah payung negeri. Kami berharap semua pihak dapat berjalan seirama menjaga marwah dan adat Melayu di tanah ini,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kota Batam. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengapresiasi inisiatif LAM Batam Kota dalam menghidupkan kembali ruang budaya dan tradisi Melayu di tingkat kecamatan.
Ia menyebut, Batam Kota menjadi satu-satunya kecamatan yang memiliki grup musik Melayu aktif di bawah naungan LAM. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya melalui bahasa, lisan, hingga teknologi tradisional. Ruang budaya seperti ini harus terus kita hidupkan,” kata Ardi.
Ia mengungkapkan, Pemko Batam tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan dan Seni di Gedung Beringin Batam. Kajian akademis proyek tersebut, kata dia, telah rampung dan kini memasuki tahap pembahasan desain serta sumber pendanaan.
Baca Juga: Transportasi Laut Jadi Urat Nadi Warga Pulau, Keselamatan Tetap Dijaga
“Diharapkan nanti menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Batam,” kata Ardi.
Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau, Raja Muhammad Amin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan pengurus LAM Batam Kota.
“Saya merasa bangga melihat semangat di sini. Namun saya ingin mengingatkan, mohon adab diutamakan. Kalau ada prosesi tepuk tepung tawar, libatkan Ketua LAM kecamatan. Jangan dilakukan dengan pakaian kasual, karena ini menyangkut adat dan kehormatan,” ujar dia. (*)
Reporter: Arjuna



