
batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam menginisiasi pertemuan besar bersama sekitar 50 organisasi masyarakat (ormas) dan paguyuban dari berbagai daerah, Senin (1/9) malam. Pertemuan yang berlangsung di Istana Besar Madani Gedung Nong Isa, kantor LAM Kepri Kota Batam, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga Batam tetap aman, damai, dan sejahtera.
Suasana pertemuan berlangsung hangat penuh kekeluargaan. Dari diskusi yang dipimpin Ketua LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhamad Amin, lahir satu seruan bersama bertajuk “Batam Kampung Kita” yang dijawab serentak dengan pekikan Aman, Damai, dan Sejahtera” oleh seluruh peserta.
“Pertemuan ini merupakan bentuk keprihatinan kita atas kondisi bangsa yang belakangan dinilai cukup memprihatinkan, baik di Jakarta maupun di daerah lain. Semoga negara kita tetap rukun, tenteram, aman, dan damai. Khususnya di Batam, mari kita jaga kota ini sebagai kampung kita bersama,” ujar Raja Muhamad Amin, didampingi Sekretaris Umum LAM Kepri Kota Batam, Yunus Spi, serta unsur Ketua LAM, Ardiwinata.
Raja Muhamad Amin menegaskan, menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga mahasiswa untuk bersatu padu dalam menciptakan suasana yang harmonis.
“Cita-cita kita adalah menjadikan Batam kota yang maju, makmur, sejahtera, dan harmoni dalam keberagaman. Itu hanya bisa terwujud jika keamanan dan kerukunan tetap kita pelihara,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas inisiatif LAM Kepri Kota Batam yang menggalang semangat kebersamaan lintas ormas dan paguyuban.
Menurutnya, suasana kondusif adalah modal utama bagi Batam untuk terus berkembang sebagai kota investasi dan perdagangan strategis.
“Kami percaya masyarakat Batam selalu mendukung terciptanya suasana aman dan kondusif. Dengan kolaborasi semua pihak, Batam akan tetap menjadi daerah yang nyaman dan menarik bagi siapa pun, baik sebagai tempat tinggal maupun berusaha,” kata Amsakar.
Pertemuan LAM Kepri Kota Batam bersama ormas dan paguyuban ini pun menegaskan kembali bahwa kebersamaan dan persatuan merupakan fondasi utama untuk menjaga Batam tetap sebagai kota yang rukun, damai, serta sejahtera dalam bingkai keberagaman. (*)
Reporter: AZIS MAULANA



