
batampos– Persyaratan melampirkan sertifikat vaksin Covid-19 dalam lamaran kerja masih ditemukan di sejumlah perusahaan di Kota Batam. Kondisi ini menuai sorotan dari anggota DPRD Kota Batam karena dinilai sudah tidak relevan dan justru mempersulit para pencari kerja.
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, menegaskan aturan tersebut tidak masuk akal. Menurutnya, Covid-19 sudah lama tidak lagi menjadi isu kesehatan darurat, bahkan aplikasi untuk mengunduh sertifikat vaksin juga sudah tidak tersedia.
“Sekarang ini sudah tidak ada lagi Covid-19. Bahkan aplikasi untuk mengunduh sertifikat vaksin juga sudah ditutup. Jadi kalau masih dijadikan syarat melamar kerja, jelas itu mempersulit pencaker,” kata Tumbur, Senin (15/9/2025).
BACA JUGA:Â DPRD Minta Cut and Fill Dihentikan, Tumbur: DLH dan Dishub Harus Jeli
Ia menambahkan, di tengah kondisi ekonomi Batam yang terus bertumbuh, angka pengangguran justru masih cukup tinggi. Karena itu, kebijakan mewajibkan sertifikat vaksin sebagai syarat kerja dinilai semakin menambah beban pencari kerja. “Kita minta Disnaker Kota Batam segera mengeluarkan imbauan kepada perusahaan agar tidak lagi memberlakukan aturan ini. Jangan yang sudah tidak relevan malah dijadikan alasan untuk menolak lamaran kerja,” tegas Tumbur.
Tumbur juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menanyakan ketersediaan vaksin maupun sertifikat ke Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Hasilnya, vaksin Covid-19 pun sudah tidak tersedia lagi. “Kalau vaksin dan sertifikatnya saja sudah tidak ada, bagaimana pencaker bisa memenuhi syarat itu,” tambahnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution, juga menilai syarat sertifikat vaksin Covid-19 sudah tidak pantas diberlakukan. Menurutnya, perusahaan boleh saja meminta surat kesehatan, tetapi bukan lagi sertifikat vaksin.
“Kalau syarat surat kesehatan masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sertifikat vaksin Covid-19, itu sudah tidak relevan. Disnaker harus turun langsung mengecek kondisi ini agar tidak menjadi preseden buruk dalam dunia kerja,” ujar Surya.
Surya menegaskan, meningkatnya angka pengangguran di Batam seharusnya menjadi perhatian serius. Karena itu, pencari kerja tidak perlu dibebani dengan persyaratan yang tidak masuk akal.
“Ekonomi Batam memang naik, tapi pengangguran juga terus meningkat. Jadi jangan lagi ada aturan yang malah menyulitkan warga untuk mendapat pekerjaan,” katanya.
Selvi, salah seorang pencari kerja asal Batuaji, juga mengaku mengalami hal serupa. Ia menyebut masih banyak perusahaan di Batam yang meminta sertifikat vaksin Covid-19 sebagai persyaratan lamaran.
“Saya sudah beberapa kali melamar, tapi masih ada perusahaan yang minta sertifikat vaksin. Padahal sekarang sudah susah dapat, aplikasi juga tidak bisa diakses,” ujar Selvi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



