Rabu, 28 Januari 2026

Lansia Diajak Jadi Inspirasi Kebersihan Lingkungan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra ajak Lansia untuk jadi inspirasi menjaga kebersihan lingkungan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengajak para lanjut usia (lansia) di Kota Batam untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar tempat tinggal mereka. Hal ini ia sampaikan saat menyalurkan bantuan sosial kepada para lansia di wilayah Sagulung, Rabu (8/5) sore.

Dalam acara tersebut, para lansia menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp300 ribu per bulan. Namun, selain bantuan finansial, Li Claudia juga menitipkan pesan sosial yang mendalam agar para lansia ikut serta dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Bapak ibu yang masih kuat, kalau sore tidak ada kegiatan, ayo ajak tetangga kumpulkan sampah di lingkungan sekitar saja. Biar ada gerak badan, sehat, dan lingkungan juga bersih,” ujar Li Claudia.

Ia menekankan pentingnya partisipasi semua kalangan, termasuk lansia, dalam membangun lingkungan yang sehat. Masalah sampah di Batam memang masih menjadi persoalan serius. Penumpukan sampah masih kerap dijumpai di pinggir jalan, terutama di kawasan Sagulung, Batuaji, dan Sekupang. Pemerintah Kota Batam terus mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan disiplin dalam membuang sampah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam saat ini mengoperasikan sekitar 140 armada pengangkut sampah, termasuk 16 unit kendaraan baru yang menggantikan armada lama yang sudah tidak layak pakai. Meski begitu, jumlah tersebut masih dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah secara optimal.

Tanggung jawab pengangkutan sampah dari lingkungan warga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dibebankan pada masing-masing kecamatan. Pemerintah juga telah menyediakan lahan dan kontainer sampah di berbagai titik. Namun, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi kendala utama.

Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto, mengungkapkan bahwa persoalan terbesar justru ada pada pola pikir masyarakat. “Banyak warga tetap membuang sampah di depan rumah meskipun sudah penuh, bahkan ke pinggir jalan,” ungkapnya.

Petugas kebersihan DLH setiap hari membersihkan area-area rawan sampah. Namun, upaya ini seperti tak pernah cukup karena sampah kembali menumpuk hanya beberapa jam setelah dibersihkan. “Pagi dibersihkan, sore sudah numpuk lagi,” kata Eka.

DLH bersama Satgas Pengawas rutin melakukan patroli untuk memantau aktivitas warga dalam membuang sampah. Selain patroli, penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan lingkungan terus digencarkan, termasuk menjatuhkan sanksi bagi pelanggar.

Upaya kolaboratif antara DLH, kecamatan, dan masyarakat diharapkan dapat mengubah perilaku buruk terkait pengelolaan sampah. Ajakan Li Claudia kepada para lansia menjadi simbol bahwa semua elemen masyarakat, tanpa memandang usia, bisa berkontribusi bagi kebersihan Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update