Minggu, 1 Februari 2026

Lapas Batam Atur Jadwal Kunjungan Selama Ramadan, WBP Ikuti Kegiatan Keagamaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi. F.Eusebius Sara.

batampos– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam telah menetapkan jadwal kunjungan bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan Ramadan 1445 H. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran ibadah puasa bagi umat Muslim di dalam lapas serta menjaga ketertiban selama bulan suci.

Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menjelaskan bahwa kunjungan keluarga akan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. “Sesi pagi dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.15 WIB, sementara sesi siang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.15 WIB,” ujarnya. Selain itu, penitipan barang bagi WBP juga akan dibuka setiap sore mulai pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Dalam kebijakan ini, pengunjung hanya diperbolehkan membawa makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan bahwa barang yang masuk ke dalam lapas sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Saat ini, Lapas Batam menampung sebanyak 958 warga binaan. Dengan jumlah yang cukup besar, pihak lapas berupaya memastikan bahwa semua WBP dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan tanpa gangguan.

“Selama Ramadan ini, kami rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti salat tarawih berjamaah, ceramah keislaman, serta tadarus Al-Qur’an. Ini merupakan bagian dari program pembinaan agar para WBP dapat meningkatkan kualitas spiritual mereka,” tambah Yugo.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. “Kami berharap seluruh kegiatan selama Ramadan berjalan dengan lancar dan semua WBP tetap patuh terhadap peraturan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Aris Munanda, sebelumnya juga menyampaikan pesan serupa. Ia menegaskan agar seluruh WBP tetap tertib dan menjalankan program pembinaan dengan hati yang ikhlas.

“Pembinaan ini bukan hanya sekadar menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi WBP untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” kata Aris.

Ia berharap, dengan adanya program keagamaan dan kebijakan tertib selama Ramadan, para WBP dapat mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang mereka jalani di dalam lapas.

Lapas Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan bagi para WBP agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan yang lebih positif. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Update