Senin, 5 Januari 2026

Lapor Pak, Banjir Rendam SMPN 28 Batam, Seluruh Ruangan Lantai 1 Terdampak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
SMPN 28 Batam senantiasa menjadi langganan banjir kala hujan lebat mengguyur

batampos – Banjir kembali terjadi di SMP Negeri 28 Batam yang terletak di kawasan Taman Raya, tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (5/5/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar hampir selesai.

Derasnya hujan yang turun tak tertampung dalam parit di depan sekolah. Akibatnya, air dari parit meluap dan masuk ke seluruh ruangan di lantai satu, termasuk ruang guru, sehingga mengakibatkan kerusakan dan kekacauan.

Salah satu guru di sekolah tersebut menyampaikan bahwa meski air sudah surut, kondisi sekolah masih tampak berantakan. “Banjir kemarin sore saat anak-anak hampir pulang. Ruang guru, termasuk seluruh lantai satu, tergenang air,” ujarnya, Senin (5/5) malam.

Ia menjelaskan bahwa para siswa tetap masuk seperti biasa pada hari ini. Namun bukan untuk belajar seperti biasa, melainkan untuk bergotong royong bersama guru dan staf membersihkan sekolah.

“Anak-anak tetap hadir untuk gotong royong. Setelah itu, kalau kondisinya memungkinkan, baru kami lanjutkan kegiatan belajar. Tapi kami paham juga, setelah gotong royong pasti anak-anak sudah kelelahan. Untuk hal ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Dikatakannya, setiap kali hujan deras turun, kekhawatiran akan banjir selalu menghantui warga sekolah. Dalam kondisi normal, air memang hanya menggenangi halaman. Namun jika hujan berlangsung cukup lama dan deras, air kerap meluap hingga masuk ke ruang kelas dan ruang guru.

“Kalau hanya hujan sebentar biasanya tidak sampai masuk ke ruang kelas. Tapi kemarin hujannya sangat deras, air dari parit depan sekolah meluap dan langsung masuk ke ruangan. Ini bukan yang pertama,” katanya.

Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan instansi terkait, dapat segera memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan ini. Menurutnya, kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berulang karena mengganggu proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan siswa.

“Harapan kami, pemerintah benar-benar mencarikan solusi terbaik. Bisa saja dengan meninggikan permukaan sekolah atau memperlebar parit di depan. Yang jelas, jangan dibiarkan seperti ini terus-menerus. Setiap kali hujan deras kami selalu waswas,” ucapnya penuh harap.

Banjir yang mengganggu aktivitas sekolah seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan infrastruktur yang tahan terhadap cuaca ekstrem, terutama di kawasan rawan banjir seperti Taman Raya. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pembersihan masih berlangsung dan pihak sekolah terus memantau kondisi untuk menentukan kelanjutan proses belajar mengajar. (*)

Reporter: Yashinta

Update