
foto: Esusebius Sara / Batam Pos
batampos — Batam masih menghadapi permasalahan serius terkait sampah. Di berbagai sudut kota, tumpukan sampah kerap terlihat, terutama di pinggir jalan dan saluran drainase. Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memicu berbagai masalah lain, termasuk banjir saat musim hujan tiba.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah drainase induk di pinggir Jalan S Parman, Seibeduk, tepat sebelum Simpang Kampung Bagan. Ketika hujan mengguyur Batam pada Senin (24/3) siang, drainase ini tampak dipenuhi sampah rumah tangga yang hanyut terbawa aliran air. Sampah tersebut tersangkut di sekitar instalasi jaringan pipa dan kabel yang melintang di drainase, menyebabkan aliran air menjadi tersendat.
Akibat tersumbatnya drainase, banjir pun kerap melanda kawasan ini. Warga sekitar mengeluhkan kondisi tersebut yang telah menjadi permasalahan rutin setiap kali hujan deras turun.
“Sudah jadi langganan banjir di sini kalau hujan deras. Ini lah masalah yang dihadapi. Sampah banyak di drainase. Drainase pun tidak berfungsi normal,” ujar Agus, seorang warga yang ditemui di Simpang Kampung Bagan.
Masalah serupa juga terjadi di wilayah lain, seperti Batuaji dan Sagulung. Setelah hujan deras, sampah yang terbawa air cenderung menumpuk di titik-titik sumbatan drainase, menyebabkan aliran air terganggu. Selain sampah rumah tangga, material bekas bangunan juga memperparah kondisi drainase di sejumlah wilayah.
Banjir yang sering terjadi di Batam sebagian besar disebabkan oleh buruknya sistem drainase yang tersumbat sampah. Aliran air yang tidak lancar membuat genangan air mudah terbentuk di berbagai kawasan, terutama di daerah yang memiliki elevasi rendah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah di masa mendatang. (*)
Reporter: Eusebius Sara



