Minggu, 11 Januari 2026

Lapor Pak Wali, Simpang Barelang dan Simpang Basecamp Rawan Kecelakaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Simpang Basecamp f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Dua simpang utama di Batuaji, yakni Simpang Barelang dan Simpang Basecamp, kembali menjadi sorotan warga. Dua titik ini dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan dan kerap menimbulkan kemacetan setiap hari. Tidak adanya lampu pengatur lalu lintas membuat arus kendaraan di sana semrawut, bahkan hingga menelan korban jiwa.

Sabtu (10/5) malam lalu, seorang bocah perempuan bernama Adelia (9) tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama kedua orang tuanya bertabrakan dengan truk molen di Simpang Basecamp. Kejadian tragis ini sontak mengundang keprihatinan dan kemarahan masyarakat sekitar.

Dua hari sebelumnya, seorang ibu pengendara motor juga menjadi korban kecelakaan di Simpang Barelang. Ia mengalami luka serius setelah bertabrakan dengan mobil pikap tepat di bundaran simpang tiga tersebut. Dua kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa kedua simpang tersebut membutuhkan penataan lalu lintas yang lebih serius.

Meski kedua persimpangan telah diperlebar menjadi lima lajur dan memiliki bundaran di tengah, namun tidak ada lampu pengatur lalu lintas yang berfungsi. Hanya terdapat lampu rambu peringatan hati-hati, sehingga tidak ada sistem antrean kendaraan dari berbagai arah.

Setiap pagi, Simpang Basecamp menjadi titik kemacetan parah akibat padatnya arus kendaraan, terutama saat para pekerja dan orang tua mengantar anak sekolah. Tanpa pengaturan arus lalu lintas, para pengendara cenderung berebut jalan, yang berisiko menimbulkan tabrakan dan memperparah kemacetan.

“Kondisinya sudah parah, apalagi pagi hari. Semua pengendara ingin cepat sampai, tapi karena tak ada lampu lalu lintas, malah saling berebut,” ujar Ulfa, salah satu warga Batuaji. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini.

Simpang Basecamp
f. Eusebius Sara / batam Pos

Warga pun mulai gerah dan menyuarakan kembali pentingnya pemasangan lampu lalu lintas di dua simpang tersebut. Tanpa pengaturan arus yang jelas, insiden seperti senggolan, tabrakan kecil, hingga kecelakaan fatal terus berulang, mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau cuma andalkan kesadaran, susah. Harus ada rambu atau lampu pengatur lalu lintas. Sudah sering kejadian kayak gini, apalagi sore pas pulang kerja, semua ngebut,” keluh Ridwan, warga lainnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, membenarkan bahwa dua persimpangan itu memang belum dilengkapi lampu lalu lintas. “Itu memang seperti itu. Lampu kewaspadaan saja karena itu ada bundaran,” ujarnya saat dikonfirmasi. Namun, warga menilai rambu peringatan saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update