Rabu, 8 April 2026

LGBT Mengintai Pelajar, Sekolah Diminta Maksimalkan Pendidikan Kerohanian

Sirajudin Nur Kunjungi SMAN 1 Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sirajudin Nur sosialisasi di SMA Negeri 1 Batam Jumat, (22/9). F Galih/Batam Pos

batampos – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sirajudin Nur, melakukan kunjungan kerja triwulan III 2023 ke SMA Negeri 1 Batam Jumat, (22/9).

Pada kunjungannya empat hari lalu itu, politikus PKB yang sudah dua periode berturut turut menjabat sebagai anggota DPRD Kepri ini, langsung menggelar rapat terbatas bersama kepala sekolah SMAN 1 dan juga majelis guru.

Pembahasan pada rapat terbatas tersebut, salah satu isu sensitif yang saat ini marak adalah menyikapi perkembangan isu LGBT yang menyasar para pelajar, khususnya tingkat SMA.

Pria kelahiran 11 Juni 1973 ini saat memimpin rapat terbatas di SMAN 1 Batam, mengingatkan kepada pihak sekolah untuk lebih memaksimalkan sejumlah kegiatan yang bersifat kerohanian di sekolah secara berkala. Menurutnya hal itu sangat diperlukan guna memperkuat, mempertebal iman dan takwa para siswa.

”Jumlah LGBT, khususnya di Kepri, saat ini diperkirakan sudah mencapai angka 4 ribuan lebih. Dimana di antaranya menyasar kelompok pelajar serta para anak-anak muda. Data ini didapati saat kami dari Komisi IV DPRD Kepri menggelar rapat bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri,” ujarnya.

Tak hanya memimpin rapat terbatas bersama kepala sekolah dan majelis guru di SMAN 1 Batam, calon anggota DPD RI dari dapil Provinsi Kepri 2024 mendatang ini juga menyempatkan diri menyapa para siswa yang sedang mengikuti pembelajaran di kelas XII.

”Para siswa, anak-anak muda seperti siswa SMAN 1 Batam ini, harus mampu menunjukkan dirinya sebagai generasi penerus yang bisa membanggakan orang tuanya, daerahnya, hingga negara dan bangsanya di masa depan dengan sikap yang mulia, positif, serta prestasi. Ilmu agama sangat penting untuk berjalan meraih cita-cita, jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan tercela yang menyalahi kodrat seperti LGBT,” ujar Sirajudin memberikan wejangan kepada puluhan siswa SMAN 1 Batam.

Tak lupa, ia juga mengingatkan para siswa akan pentingnya memiliki kompetensi agar dapat bersaing dan berdaya di masa depan. Sirajudin juga menyinggung soal degradasi moral di kalangan remaja yang saat ini semakin menjadi dan seolah jadi hal yang lumrah dan permisif di masyarakat.

Oleh sebab itulah, dibutuhkan pendidikan karakter yang bermuatan akhlakul karimah, dibutuhkan kerja sama oleh semua pihak, baik itu dari sekolah, orangtua, serta siswa sendiri, demi membentuk karakter anak-anak muda yang positif, sekaligus menjadikan pagar akan perbuatan yang negatif dan tercela.

”Para siswa, anak-anak muda di era saat ini, wajib dibekali dengan ilmu pengetahuan agama yang memadai, harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan kerohanian, dan harus lebih sering mengikuti sosialisasi bahaya LGBT di kalangan pelajar,” terangnya.

Sirajudin juga mengingatkan agar para siswa tidak lantas puas dan membanggakan diri dengan prestasi, jika masih ada di dalam hatinya rasa kebencian terhadap orang lain, tidak empati dengan kesulitan orang lain, dan memandang rendah mereka yang kurang beruntung. (*)

 

UPDATE