batampos – Ditemukannya satu kasus cacar monyet di Batam patut diwaspadai, sebab bisa menular dengan cepat jika tak segera ditangani dengan baik. Apalagi jika tak diisolasi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam (Dinkes) Didi Kusmarjadi mengatakan, penyebaran penyakit ini, di Indonesia bukan lagi disebabkan hewan pembawa akan tetapi lebih pada lewat hubungan seksual, atau lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL).
Kelompok penyuka sesama jenis (LGBT) menjadi yang paling beresiko terjangkit penyakit ini.
“Untuk pasien di Batam ini sudah kita telusuri, kita gali dan memang dia tak mengakui berhubungan badan akhir-akhir ini. Dia berobat tanggal 7 kemarin masa inkubasi 7 hari dan kemungkinan ia kontak dengan penderita cacar monyet ini pada awal bulan November ini,” tuturnya.
Saat ini pasien kata Didi, masih menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam. Ia masih diisolasi di rumah sakit milik pemerintah tersebut sampai masa inkubasinya selesai.
“Kita isolasi karena pada saat terkonfirmasi pasien positif cacar monyet ini ia masih menjalani aktivitasnya di luar. Sementara untuk anggota keluarganya tidak ada yang kena,” terang Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

