Kamis, 29 Januari 2026

Li Claudia Tinjau Lokasi Banjir di Batam, Bangunan Liar di Atas Drainase Jadi Sorotan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Li Claudia Chandra saat peninjauan langsung ke salah satu titik terdampak banjir di kawasan Botania, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Jumat pagi (9/5). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Kota Batam tengah menjadi daerah yang rawan banjir. Satu jam hujan deras, sudah bisa membuat banjir di 9 Kecamatan yang ada di Kota Batam. Hal itu diakui Wakil Walikota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Li Claudia Chandra saat peninjauan langsung ke salah satu titik terdampak di kawasan Botania, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Jumat pagi (9/5).

Dimana beberapa hari lalu, kawasan jalan Botania layaknya aliran sungai. Padahal drainase yang ada sudah cukup besar untuk aliran air, namun ternyata tak bisa bekerja maksimal karena adanya penyempitan.

Dalam tinjauan tersebut, Li Claudia mendapati sejumlah masalah serius pada infrastruktur drainase, terutama di drainase induk yang berada di sebelah komplek Ruko Marbella 2 dan Perumahan Odesa. Drainase yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air kerap tersumbat bahkan longsor oleh tumpukan material dan bangunan yang berdiri di atas lahan milik pemerintah.

Dengan ekspresi serius, ia menyoroti buruknya drainase yang menyebabkan genangan hanya dalam waktu hujan satu jam. “Baru hujan sebentar, sembilan kecamatan sudah kebanjiran. Ini bukan sekadar cuaca, ini karena pembangunan yang ugal-ugalan dan tidak bertanggung jawab!” tegas Li Claudia di sela-sela inspeksi di dekat Ruko Marbella 2 dan Perumahan Odesa.

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah pembangunan yang ugal-ugalan oleh developer, yang tidak memikirkan lokasi yang seharusnya menjadi tempat lewat air.

“Lahan mangkok-mangkok sebagai tempat lewat air ditimbun dijadikan perumahaan, akibatnya, air lari ke daerah yang ada di sekitar, dan berujung banjir,” kata Li.

Dijelaskanya dalam rapat yang dibahas, 9 Kecamatan Kota Batam sudah rawan banjir. Hanya dalam waktu satu jam, beberapa daerah di 9 Kecamatan itu terendam banjir.

“Ini yang membuat sedih, satu jam sudah banjir. Saya kerja baru satu bulan, sudah ditanya soal banjir. Jujur setiap hari saya hanya bisa tidur 4 jam, karena dipikiran saya kerja dan bagaimana mencari solusi untuk permasalahaan itu,” tegas Li.

Ia juga menegaskan bahwa dengan keterbatasan anggaran kota, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

“Kami ini punya tanggung jawab bersama. Jangan sedikit-sedikit salahkan pemerintah. Jaga lingkungan, jaga saluran air, dan jangan buang sampah sembarangan,” katanya.

Li Claudia juga meminta warga dan RT setempat untuk bergotong royong membersihkan saluran air, serta melaporkan bangunan liar yang menghalangi akses alat berat untuk pengerukan (bangunan yang berada di row jalan perumahaan, sebagai akses drainase).

“Kalau bisa dibongkar secara mandiri, bongkar. Tapi kalau bandel, laporkan ke polisi. Kita tidak mau nanti ada korban karena longsor atau banjir,” katanya saat meninjau sejumlah bangunan di Perumahaan Odesa Batamkota.

Ia pun memperingatkan bahwa banyak bangunan berdiri di atas jalur air dan parit. Dan berharap bangunan-bangunan itu segera dibongkar, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Kalau ada yang bilang: ‘Bu, banjir lagi!’ ya saya jawab: Kenapa dibangun di atas parit?,” ujarnya.

Li Claudia menutup tinjauannya dengan seruan untuk gotong royong, edukasi lingkungan, dan penertiban seluruh bangunan liar di atas ROW jalan. “Ini semua demi keselamatan kita bersama. Jangan tunggu banjir datang baru menyesal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penanganan wilayah yang rawan longsor. “Yang longsor-longor ini yang kita utamakan dulu. Nanti kita ukur dan evaluasi satu per satu,” kata Suhar.

“Kita ini punya tanggung jawab bersama. Jangan sedikit-sedikit salahkan pemerintah. Jaga lingkungan, jaga saluran air, dan jangan buang sampah sembarangan,” katanya. (*)

Reporter: Yashinta

Update