Rabu, 28 Januari 2026

Libur Waisak, Pelabuhan Internasional Batam Center Disesaki Ribuan Penumpang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Suasana Pelabuhan Internasional Batam Center berubah drastis sejak Sabtu pagi (10/5), seiring melonjaknya arus kedatangan penumpang menjelang libur Hari Raya Waisak. Ribuan orang terlihat memadati area kedatangan, menciptakan antrean panjang dan situasi yang sempat membuat petugas kewalahan.

Sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB, arus kedatangan penumpang terus berdatangan tanpa henti. Berdasarkan pantauan dan data sementara yang dihimpun otoritas pelabuhan, jumlah penumpang yang masuk melalui pelabuhan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 9000 orang hanya dalam rentang waktu lima jam.

Lonjakan penumpang ini didominasi oleh wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia, yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berkunjung ke Batam. Meskipun arus penumpang yang datang padat, jalur keberangkatan justru terlihat relatif kosong, mencerminkan tren satu arah yang umum terjadi setiap kali libur nasional tiba.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak operator kapal menambahkan tujuh perjalanan ekstra (extra trip) dari negara asal. Namun, tambahan khusus untuk kedatangan, sedangkan keberangkatan kapal berangkat kosong.

Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, mengatakan kepadatan sudah diprediksi sebelumnya, karena memang jadwal libur yang panjang. “Tadi pagi sampai siang padat banget. Lewat jam 2 siang sudah mulai terurai,” ujar Erik.

Menurut dia, salah satu kendala lonjakan penumpang karena Ponton C, salah satu fasilitas utama untuk sandar kapal, masih belum dapat digunakan karena masih dalam kondisi tersegel. Hal ini menyebabkan seluruh alur sandar terfokus pada dua ponton lainnya, yang otomatis memperlambat proses naik turun penumpang.

“Kendalanya karena ponton C belum bisa digunakan,” jelasnya.

Menurut Erik, antrean kapal untuk bersandar pun tak bisa dihindari. Sejumlah kapal ferry harus menunggu giliran lebih lama dari biasanya, dan hal itu berdampak langsung pada kenyamanan penumpang yang sudah antre di ruang kedatangan sejak pagi hari.

“Dengan hanya dua ponton yang bisa digunakan, distribusi penumpang menjadi tidak secepat yang diharapkan. Kami sudah koordinasi dengan operator kapal agar kedatangan diatur seefisien mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, arus kedatangan diperkirakan masih akan tinggi hingga Minggu malam (11/5) dan Senin pagi (12/5), sebelum kembali normal pada hari kerja. Otoritas pelabuhan mengimbau para penumpang untuk tetap waspada, mematuhi protokol keselamatan, serta memperhatikan jadwal keberangkatan dan kedatangan agar tidak terjadi penumpukan berlebih.

Kepadatan di pelabuhan bukan hanya berdampak pada operasional di terminal, tetapi juga terasa hingga ke sektor ekonomi lokal. Sejumlah pelaku usaha jasa transportasi, khususnya penyewaan mobil, mengaku merasakan manfaat dari peningkatan jumlah wisatawan.

Ari, seorang pemilik usaha rental mobil di kawasan Batam Center, mengungkapkan bahwa seluruh armadanya telah disewa sejak pagi. Ia bahkan harus menolak beberapa calon pelanggan karena keterbatasan unit. Menurutnya, momen seperti ini menjadi titik hidup bagi bisnis kecil menengah yang sempat lesu.

“Kalau seperti ini terus, bisa jadi pendapatan dalam tiga hari setara dengan dua minggu biasa,” ungkapnya saat ditemui di kawasan parkir pelabuhan.

Kondisi di area kedatangan sendiri sempat mengalami kemacetan ringan akibat kepadatan kendaraan penjemput, serta para wisatawan yang menunggu jemputan dari hotel atau agen perjalanan. (*)

Reporter: Yashinta

Update