
batampos– Lokasi hunian sementara yang disediakan pemerintah di kota Batam untuk masyarakat Rempang yang akan direlokasi belum satupun yang terisi. Masyarakat Rempang sepertinya tidak berminat dengan hunian yang disediakan pemerintah tersebut.
Salah satunya adalah ruko Rexvin Green Park dekat SMKN 8 Batam di Dapur 13, Sagulung. Meskipun cukup luas dengan dua lantai, namun ruko-ruko ini terpantau masih kosong hingga, Jumat (29/9). Masyarakat sekitar mengaku belum ada satupun masyarakat Rempang yang dipindahkan ke sana.
“Tak ada. Kosong semua itu. Ruko ini masih kosong semua, ” ujar Rudi, warga yang dijumpai di lokasi ruko tersebut.
Pantauan di lapangan, ruko yang berada persis depan SMKN 8 ini cukup banyak huniannya. Ruko ini dua lantai dengan ukuran yang cukup luas. Akses jalan juga sudah cukup bagus sebab melewati jalan utama menuju kampung Tua Dapur 12. Namun demikian ruko ini masih banyak yang kosong.
Begitu juga dengan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang disediakan sebagai lokasi hunian sementara hingga saat ini belum juga terisi. Padahal pengelolah rusun sudah menghentikan penerimaan penghuni baru dari masyarakat Batam untuk menampung masyarakat Rempang tadi.
Sebelumnya, saat dimintai tanggapan masyarakat Rempang yang kampung nya masuk dalam kawasan pengembangan Rempang Eco City keberatan dengan hunian yang disediakan pemerintah tersebut terutama Rusunawa. Rusunawa terlampau kecil ukurannya sehingga dipastikan tidak akan muat semua barang dan perabotan rumah warga.
Beberapa warga di sana yang sudah pindah memilih mencari kontrakan sendiri ketimbang harus ke Rusunawa ataupun ruko yang disediakan pemerintah.
“Tak bisa ke Rusunawa karena sempit. Barang banyak macam mana mau taruh barang nanti, ” ujar Heru, seorang warga. (*)
reporter: eusebius sara



