Minggu, 18 Januari 2026

Lubang Menganga Membahayakan Pengendara, Warga Tagih Janji Perbaikan Jalan Simpang Cikitsu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan simpang Cikitsu, Batam Kota.

batampos – Kondisi Jalan Raja M. Saleh di depan Kompleks Cikitsu, Kecamatan Batamkota, semakin memprihatinkan, Rabu (16/4). Lubang besar dan dalam yang menganga di tengah badan jalan tak hanya menganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.

Parahnya, lubang tersebut kerap tergenang air, sehingga tak tampak jelas oleh pengemudi. Akibatnya, banyak kendaraan terperosok, bahkan kendaraan roda dua terjatuh.

Warga sekitar dan para pengendara yang melintasi jalur tersebut mengaku resah dengan kondisi yang tidak kunjung diperbaiki. Selain membahayakan, lubang jalan juga menjadi salah satu penyebab kemacetan panjang yang terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk.

“Saya sendiri pernah hampir jatuh karena roda motor masuk ke lubang. Untung tidak terlalu laju. Tapi sudah banyak yang celaka di situ,” ujar Andri seorang pengendara yang setiap hari melintasi jalan tersebut, Rabu (16/4).

Baca Juga: Polisi Bongkar Kos-Kosan Narkoba di Batam

Menurut Andri, kondisi jalan tersebut sudah rusak cukup lama. Bahkan, sejak pohon-pohon besar di sepanjang sisi jalan ditebang pada tahun lalu, belum ada satu pun tindak lanjut perbaikan. Ia menyayangkan, setelah pohon ditebang demi proyek pelebaran jalan, justru tidak ada pengerjaan lanjutan yang tampak.

“Dulu jalan ini memang sering macet, tapi setidaknya masih teduh karena banyak pohon. Sekarang pohonnya sudah ditebang, debu berterbangan, jalan berlubang, dan perbaikannya tidak kunjung dimulai,” keluhnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi lubang yang cukup dalam itu memaksa kendaraan roda empat untuk memperlambat laju. Para pengemudi kerap berpindah jalur secara mendadak untuk menghindari lubang, yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di jam-jam tertentu.

Eko, warga lainnya mengaku untungnya setiap sore ada polisi lalu lintas yang berjaga. Mereka mengatur arus kendaraan, demi kurangi potensi kemacetan dan kecelakaan.

“Kalau tidak ada petugas di sini, kemacetannya bisa panjang. Belum lagi kalau ada pengendara yang jatuh, pasti makin kacau,” ujarnya.

Baca Juga: 151 Calon Jamaah Haji Batam Belum Lunasi BIPIH Tahap II, Pelunasan Ditutup 17 April

Dinas Bina Marga Kota Batam sebelumnya sempat menyampaikan bahwa proses lelang untuk proyek perbaikan jalan ini telah dilakukan pada Maret lalu. Saat itu, pihak dinas menjanjikan pengerjaan akan dimulai pada April 2025. Namun hingga pertengahan bulan ini, belum tampak adanya aktivitas di lokasi.

“Sesuai informasi dari dinas beberapa bulan lalu, katanya April sudah mulai pembangunan. Tapi sekarang sudah pertengahan bulan, belum terlihat ada alat berat ataupun tanda-tanda pengerjaan. Kami jadi bingung dan kecewa,” kata Eko lagi.

Warga pun mendesak pemerintah kota agar segera menepati janji dan memprioritaskan perbaikan jalan yang menjadi akses vital tersebut. Selain digunakan oleh warga sekitar, Jalan Raja M. Saleh juga menjadi salah satu jalur alternatif menuju pusat kota, rumah sakit, serta beberapa kawasan perumahan padat penduduk.

“Jangan tunggu sampai korban jiwa dulu baru diperbaiki. Ini soal keselamatan orang banyak,” tegas Eko.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Dinas Bina Marga mengenai kelanjutan proyek perbaikan Jalan Raja M. Saleh. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan mempercepat proses perbaikan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga Batam. Kadis Bina Marga dan Air Kota Batam juga belum bisa dikonfirmasi. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Update