Rabu, 28 Januari 2026

Lulusan SMP di Batam Capai 20 Ribu, Kursi SMA/SMK Negeri Hanya 17.500

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Siswa SMP di Sagulung berbincang dengan teman-temannya saat pulang sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri melalui Cabang Dinas Batam mencatat proyeksi jumlah lulusan SMP dan MTs sederajat di Kota Batam tahun 2025 mencapai 20.824 siswa. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Cabang Dinas Batam mencatat proyeksi jumlah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat di Kota Batam tahun 2025 mencapai 20.824 siswa. Rinciannya, lulusan dari SMP sebanyak 19.568 siswa dan dari MTs sebanyak 1.255 siswa.

Sebagai langkah antisipasi, total usulan rencana daya tampung (RDT) untuk menampung lulusan ini pun diajukan sebanyak 20.824 kursi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.854 kursi diusulkan dari sekolah negeri, sedangkan sisanya 2.970 kursi berasal dari sekolah swasta.

Meski demikian, daya tampung riil yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kepri untuk Tahun Ajaran 2025/2026 hanya mencapai sekitar 17.500 kursi, tersebar di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Batam.

Dalam petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Kepri tahun 2025, jenjang SMA negeri di Batam menyediakan total 9.636 kursi. Terdapat 29 SMA Negeri yang tersebar di berbagai wilayah kota ini. Sekolah seperti SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 25 memiliki daya tampung tertinggi masing-masing 528 siswa.

Namun tidak semua sekolah memiliki kapasitas besar. Beberapa sekolah seperti SMAN 6 dan SMAN 7 hanya mampu menerima 36 siswa baru karena keterbatasan jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia, menandakan adanya ketimpangan daya tampung antar sekolah.

Sementara itu, jenjang SMK Negeri di Batam mencatat kesiapan menerima total 7.810 siswa baru dari 11 sekolah. SMKN 5 Batam menjadi yang terbesar dengan kapasitas 1.440 kursi. Sekolah ini memiliki jurusan-jurusan unggulan seperti Teknik Pengelasan Kapal, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Produksi Grafika.

Untuk anak berkebutuhan khusus, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Batam menyiapkan kuota sebanyak 126 siswa, yang terbagi dalam jenjang SDLB (30 siswa), SMPLB (48 siswa), dan SMALB (48 siswa). Sistem penerimaan SLB dilakukan secara luring, sesuai kebutuhan khusus masing-masing siswa.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam, Kasdianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini tetap mengacu pada Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023. Regulasi tersebut menetapkan batas maksimal 36 siswa per rombel di jenjang SMA, yang menjadi dasar penetapan daya tampung setiap sekolah.

“Kami sudah menerima usulan dari sekolah, ada yang tidak sesuai, seperti SMAN 8 Batam mengusulkan 15 rombel dengan 48 siswa per rombel. Ini jelas bertentangan dengan regulasi,” ujar Kasdianto. Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan usulan tersebut ke pusat, mengingat tingginya minat terhadap sekolah negeri di Batam. Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kondisi khusus yang terjadi di kota industri tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update