Selasa, 27 Januari 2026

Mahkamah Agung Peduli, Berikan Bantuan dan Pesan Moral di Pesantren Tahfidz Daarut Thaybah Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Prof Yulius dengan didampingi Kepala PTUN Tanjungpinang, Danan Priambada ke pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Daarut Thaybah, Batam. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Mahkamah Agung (MA) RI menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan bakti sosial bertajuk Mahkamah Agung Peduli yang digelar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Daarut Thaybah, Batam, Minggu (29/6). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Prof Dr Yulius, bersama rombongan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan lima paket sembako berukuran besar, 20 paket alat tulis untuk anak-anak, serta sejumlah uang tunai. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para pengurus dan anak-anak yatim yang tinggal di sana.

Yulius dalam sambutannya menyampaikan pesan moral yang kuat tentang empati dalam kehidupan. Rasa peduli mestinya dimiliki oleh setiap manusia, khususnya mereka yang diberi rezeki berlimpah.

“Ini kehidupan di mana kita sering kehilangan orang-orang yang punya empati. Padahal, kondisi kita baik, tapi masih ada yang mengeluh. Sering-seringlah melihat saudara kita yang di bawah, yang kurang beruntung,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan dunia peradilan Indonesia. “Saya tak risau sebagai salah satu pimpinan di Mahkamah Agung. Pengalaman saya lebih dari 42 tahun menjadi hakim. Saya tahu, generasi penerus kita memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni dan tak diragukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PTUN Tanjungpinang, Danan Priambada, mengatakan kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Mahkamah Agung untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia juga menyebut Prof Yulius sebagai penggagas utama program Mahkamah Agung Peduli.

“Kami sangat bahagia bisa hadir di tengah adik-adik dan pengurus pondok pesantren ini. Ini bukan hanya soal memberi, tapi juga tentang hadir dan menyapa mereka yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Danan.

Sementara itu, pengurus pondok pesantren, Nur Kholis, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh rombongan Mahkamah Agung. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk kasih sayang nyata terhadap anak-anak yatim di sana.

“Terima kasih kepada Mahkamah Agung. Ini bukti bahwa masih banyak yang peduli dan mau berbagi. Mudah-mudahan kegiatan ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” katanya.

Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini terdapat 20 anak yang tinggal di Daarut Thaybah. “Alhamdulillah, dari jumlah itu, beberapa di antaranya sudah hafal Al-Qur’an,” lanjutnya.

Kegiatan bakti sosial Mahkamah Agung Peduli ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis, serta foto bersama sebagai kenang-kenangan antara jajaran Mahkamah Agung, PTUN Tanjungpinang, dan para santri. (*)

Reporter: Arjuna

Update