
batampos – Kepri berduka! Salah satu tokoh masyarakatnya yang juga mantan Wali Kota Batam, Nyat Kadir, meninggal dunia pada Minggu (1/9) sekitar pukul 14.10 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta. Almarhum wafat di usia 75 tahun setelah menjalani perawatan selama sekitar satu pekan.
Nyat Kadir merupakan Wali Kota Batam pertama yang menjabat setelah era Ir. H. Raja Usman Draman dan Raja Abdul Aziz sebagai Wali Kota Administratif Batam. Almarhum memimpin Kota Batam dari tahun 2001 hingga 2005, dengan kontribusi signifikan dalam pembangunan kota ini.
Sebelum menjadi Wali Kota, Nyat Kadir telah memegang berbagai jabatan penting di Pemerintah Kota Batam, termasuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada tahun 2000. Selain karirnya sebagai birokrat, almarhum juga dikenal sebagai politikus dan pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.
Baca Juga: Pengendara Mobil Mulai Ditanya Pertanyaan Punya QR Code
Muhammad Nur, salah satu anggota keluarga yang ditemui di rumah duka, menyampaikan bahwa keluarga saat ini sedang melakukan berbagai persiapan, termasuk pengajian dan penyemayaman jenazah di rumah duka. “InshaAllah jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Tiban 1 Blok D Nomor 149. Rencananya, almarhum akan dibawa ke Batam besok pagi sekitar jam 6,” ujarnya.
Nyat Kadir, yang juga merupakan anggota DPR RI Dapil Kepri, meninggalkan seorang istri, Hasyimah, tiga anak, dan lima cucu. “Atas nama keluarga, kami mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dan kesalahan orang tua kami,” tambah Muhammad Nur.
Pantauan Batam Pos di rumah duka di Tiban I RT 002 RW 003 Blok D Nomor 149, Tiban Sekupang, menunjukkan suasana yang semakin khidmat. Sejak sore, tiga tenda besar telah didirikan di halaman rumah untuk menampung pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga: Jalan Berlubang Akibat Anggaran Kurang
Bendera putih yang berkibar di depan gang masuk rumah menambah suasana duka, menandakan kepergian sosok yang begitu dicintai oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tetangga dekat sudah mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka tampak berbincang dengan keluarga, memberikan doa agar keluarga tetap tegar menghadapi cobaan ini. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



