
batampos – Kasus bunuh diri di Batam dalam beberapa bulan ini marak terjadi. Korban mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara, mulai gantung diri, hingga menggorok lehernya.
Seperti Rasman, warga Warga Puri Asri, Nongsa. Ia diduga mengakhiri hidup dengan menggorok leher di dalam mobil yang dikendarainya di Puri Industrial Park 2000, Batam Kota pada Kamis (1/5) sekitar pukul 18.45 WIB.
“Penyelidikan sudah 70 persen. Kita memeriksa CCTv, dan saksi-saksi” ujar Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, Minggu (4/5).
Agung menjelaskan pria paruh baya tersebut diduga depresi. Hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga korban.
Baca Juga: Ope, Korban Kecelakaan Maut di Tiban Center Dikenal Sosok yang Baik dan Mudah Bergaul
“Dari keterangan keluarga, korban pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali pada Agustus dan September 2024,” katanya.
Dengan maraknya kasus bunuh diri ini, Agung mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil keputusan yang singkat saat menghadapi masalah.
“Bisa cerita ke istri, saudara, atau teman,” ungkapnya.
Sementara Psikolog, Irfan Aulia mengatakan banyaknya kasus bunuh diri ini merupakan permasalahan kesehatan mental. Untuk itu, seseorang yang mempunyai masalah harus diberikan edukasi.
“Diperlukan edukasi kepada seseorang yang mempunyai masalah dalam hidupnya,” ujarnya.
Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Subsidi untuk Anak Miskin yang Gagal Masuk Sekolah Negeri
Ia menjelaskan edukasi tersebut berguna untuk memecahkan masalah bagi seseroang tersebut. Sehingga berguna bagi ketahanan diri.
“Ini penting untuk saling bantu cegah bunuh diri. Jangan diremehkan,” katanya.
Menurut dia, banyaknya kasus bunuh diri juga disebabkan pengaruh media sosial (medsos). Kejadian ini dengan cepat tersebar hingga korbannya ingin mendapatkan pengakuan dari bunuh diri tersebut.
“Pemikirannya, menyakiti diri sendiri dengan bunuh diri akan mendapatkan pengakuan,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



