Sabtu, 31 Januari 2026

Marlin Keluhkan Sampah belum Diangkut selama 2 Minggu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah perumahan menumpuk. Dua pekan tak diangkut. (F. Eusebius Sara / Batam Pos)

batampos – Sejumlah warga di berbagai permukiman di Kecamatan Batuaji mengeluhkan penumpukan sampah yang tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan. Sudah dua minggu sejak terakhir kali sampah diangkut, menyebabkan kondisi lingkungan semakin kotor dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Marlin, seorang warga Perumahan Puskopkar, Batuaji, mengatakan bahwa biasanya pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam seminggu. Namun, hingga kini, sampah di lingkungannya belum diangkut sama sekali.

“Ini sudah dua minggu, dan tong sampah sudah penuh. Makanya kami terpaksa memasukkan sampah ke dalam karung-karung seperti ini,” ujarnya.

Penumpukan sampah di depan rumah warga semakin parah. Banyak warga terpaksa menambah wadah penampungan sementara karena tong sampah sudah meluber. Bau busuk pun mulai menyebar, mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Andri, warga Perumahan Masyeba, Batuaji, menyebut bahwa inilah yang menjadi pemicu utama penumpukan sampah di pinggir jalan.

“Karena sampah di depan rumah sudah mengundang lalat, ulat, dan belatung, akhirnya warga terpaksa membuangnya ke pinggir jalan,” katanya.

Warga berharap masalah ini segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Jika pengangkutan sampah dilakukan secara rutin, persoalan penumpukan sampah di lingkungan perumahan maupun di pinggir jalan dapat diatasi.

Di beberapa titik di Batuaji dan Sagulung, penumpukan sampah di pinggir jalan masih menjadi pemandangan umum. Kondisi ini menimbulkan bau tak sedap dan memperburuk kebersihan lingkungan. Beberapa warga mengaku sudah melaporkan keluhan ini, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang.

Sampah yang terus menumpuk berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit pernapasan dan penyebaran bakteri. Selain itu, pemandangan tumpukan sampah juga merusak estetika kota serta mengganggu aktivitas warga yang melintas.

Pemko Batam, di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota yang baru, telah berjanji untuk segera menangani persoalan ini. Mereka bertekad memperbaiki sistem pengangkutan sampah agar lebih lancar dan efisien.

Masyarakat berharap janji tersebut segera direalisasikan. Mereka menginginkan adanya kepastian terkait jadwal pengangkutan sampah serta peningkatan fasilitas kebersihan, terutama di daerah padat penduduk seperti Batuaji dan Sagulung.

Jika masalah ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan penumpukan sampah akan semakin parah dan berdampak lebih luas. Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali bersih dan sehat. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update