
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) tengah menyiapkan serangkaian pekerjaan fisik di kawasan Masjid Agung Batam Centre.
Tak tanggung-tanggung, total anggaran yang disiapkan mencapai hampir Rp13 miliar untuk tiga paket proyek: pembangunan pagar, penataan lanskap, serta lanjutan revitalisasi bangunan masjid.
Proyek tersebut menjadi bagian dari program lanjutan pengembangan kawasan pusat kegiatan keagamaan yang juga menjadi landmark Batam. Namun hingga akhir Juli ini, ketiga proyek tersebut belum mulai dikerjakan karena masih berada dalam tahap proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Batam.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Firmansyah, membenarkan bahwa pembangunan fisik di kawasan Masjid Agung memang akan dilaksanakan tahun ini.
“Memang ada. Tahun ini dikerjakan itu. Cuma untuk teknisnya saya tak begitu hapal. Coba langsung ke dinasnya,” katanya, Selasa (29/7).
Sementara itu, Kabid Prasarana Bangunan Gedung Dinas CKTR Batam, Rahmad Hidayat, menyebut ketiga paket proyek tersebut masih dalam proses evaluasi. “Belum mulai, sekarang masih proses lelang,” kata Rahmad singkat, lewat pesan WhatsApp.
Berdasarkan data resmi LPSE Kota Batam, berikut rincian tiga proyek tersebut, yakni pembangunan pagar Masjid Agung Batam Centre dengan nilai pagu proyek ini sebesar Rp3,25 miliar dengan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp2,94 miliar. Tender dilakukan dengan metode pascakualifikasi satu file dan sistem gugur. Peserta lelang tercatat sebanyak 42 perusahaan dengan klasifikasi usaha kecil di bidang konstruksi bangunan gedung.
Lalu, ada pembangunan landscape Masjid Agung Batam Centre. Proyek ini bertujuan mempercantik kawasan luar masjid dengan lanskap dan taman hijau. Nilai pagu tercatat sebesar Rp3,96 miliar, sementara nilai HPS Rp3,96 miliar. Proyek ini paling diminati, dengan jumlah peserta lelang mencapai 71 perusahaan. Syarat usaha mengacu pada klasifikasi jasa pelaksana spesialis lanskap dan pertamanan.
Terakhir ada lanjutan revitalisasi Masjid Agung Batam Centre. Proyek dengan nilai tertinggi ini memiliki pagu sebesar Rp5,79 miliar dan nilai HPS Rp5,78 miliar. Pekerjaan ini merupakan lanjutan dari revitalisasi bangunan utama masjid dan terbuka bagi usaha kecil dengan klasifikasi jasa pelaksana konstruksi bangunan gedung. Jumlah peserta lelang sebanyak 61 perusahaan.
Total keseluruhan anggaran dari tiga paket tersebut mencapai Rp13,02 miliar yang bersumber dari APBD Batam Tahun Anggaran 2025. Ketiga pekerjaan dirancang dalam bentuk kontrak harga satuan, dengan target pelaksanaan dalam tahun anggaran berjalan. (*)
Reporter: Arjuna



