
batampos – Perayaan Idul Fitri semakin dekat, namun kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil belum sepenuhnya terpenuhi. Banyak warga yang masih kebingungan mencari lokasi penukaran uang, baik melalui media sosial maupun dengan bertanya langsung ke bank. Dalam sepekan terakhir, permintaan informasi terkait lokasi penukaran semakin meningkat.
Salah satu warga Batuaji, Heru, mengaku kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil meskipun telah berusaha mencari di berbagai tempat. “Belum dapat juga. Ke bank katanya tak ada stok uang pecahan kecil. Mau tukar ke BI, katanya harus daftar dulu. Masih kebingungan mau cari lokasi penukaran ini,” ujar Heru.
Hal serupa dialami oleh Nisa, warga Sagulung. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah berusaha selama sepekan terakhir untuk mencari tempat penukaran uang, namun hasilnya nihil. “Saya sudah cari di beberapa bank dan bertanya ke teman-teman, tapi masih belum ada tempat yang bisa menerima penukaran uang kecil,” kata Nisa.
Masyarakat berharap agar layanan penukaran uang bisa diperbanyak, terutama di masa menjelang Lebaran. Uang pecahan kecil menjadi kebutuhan penting untuk dibagikan kepada anak-anak saat perayaan Idul Fitri. “Kalau bisa, bank atau pihak terkait membuka lebih banyak tempat penukaran agar tidak menyulitkan warga,” tambah Nisa.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah membuka layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling di berbagai lokasi di Kota Batam. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan uang pecahan kecil menjelang Hari Raya Idul fitri. Namun, sistem penukaran ini mengharuskan warga untuk mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR.
Pendaftaran harus dilakukan setidaknya tujuh hari sebelum tanggal penukaran yang diinginkan. Warga juga diwajibkan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP mereka, dan hanya bisa mendaftar selama kuota masih tersedia. Menurut petugas di lokasi mobile kas keliling, proses pemesanan cukup mudah, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur ini.
Warga yang ingin menukar uang dapat mengakses situs PINTAR di https://pintar.bi.go.id, lalu memilih lokasi penukaran, mengisi data pribadi, serta menentukan jenis dan jumlah uang yang ingin ditukar. Setelah itu, warga akan mendapatkan bukti pemesanan yang harus ditunjukkan saat melakukan penukaran uang di lokasi yang dipilih.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi. Banyak warga yang sudah memahami prosedur pendaftaran sehingga proses penukaran berjalan lancar tanpa antrean panjang. Setiap warga hanya diperbolehkan menukar uang dengan jumlah maksimal Rp 4.300.000, dengan ketentuan bahwa penukaran harus merata ke semua pecahan kecil yang tersedia. Warga tidak bisa hanya menukar satu jenis pecahan untuk jumlah maksimal tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



