Ditpolairud Polda Kepri menelurkan Program Sampan Layar (Sambang Masyarakat Pulau, Nelayan, dan Pelajar). Program ini mengusung konsep pelayanan, keteladanan dan problem solving. Lalu seperti apa pelaksanaannya?

Ditpolairud Polda Kepri melalui program Sampan Layar membantu pelajar di pulau berangkat ke sekolah.
Matahari masih malu-malu menampakan diri. Semburat merah di ufuk timur masih tampak sedikit. Namun, kapal KP 2001 berkelir biru putih ciri khas Polisi Perairan dan Udara bergerak cepat menembus dinginnya udara Jumat (3/2/2023) subuh itu.
Di dalam kapal berjejer rapi belasan life jacket oranye. Nakhoda kapal, Bripka Afrianto, berusaha memastikan jalur pelayaran, sembari dibantu oleh tanat (tamtama navigasi).
”Pulau yang dituju tak jauh lagi,” kata Bripka Afrianto.
Afrianto menjelaskan, saat musim utara, gelombang tinggi sehingga anak-anak pulau kesulitan menembus ganasnya ombak menggunakan kapal-kapal pancung. Sehingga, polisi ikut membantu menyeberangkan para pelajar itu.
”Kami bantu seberangkan dan memastikan keamanannya. Saat menyeberang selalu memakai life jacket, itu prosedur wajibnya,” ujar Afrianto.
Sampan layar, kata Afrianto, sesuai arahan dari Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kepri, Kombes Boy Herlambang.
Tugasnya sebagai polisi perairan, tidak hanya patroli dan memastikan keamanan perairan Kepri. Namun, juga memastikan warga bisa aman dan selamat sampai tujuan saat beraktivitas di laut.
Kepri, memiliki 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30% belum bernama. Batam sendiri memiliki 329 buah pulau besar dan kecil. Memiliki geografis yang agak berbeda dengan beberapa daerah lainnya. Sehingga, penanganannya pun juga berbeda.
Hal yang sama disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Tabana Bangun saat menyambangi Batam Pos. Ada cara berbeda yang diterapkan untuk melayani masyarakat Kepri.
Namun, Irjen Tabana menyampaikan satu hal yang penting, yaitu cepat dan tanggap. Sampan Layar, juga program cepat dan tanggap Ditpolairud Polda Kepri. Sebab, begitu gelombang tinggi melanda wilayah Perairan Kepri, Ditpolairud Polda Kepri meluncurkan program ini.
Baru saja sepuluh menit berbincang-bincang dengan Afrianto, KP 2001 telah sampai di Pelabuhan Rakyat Pulau Selayar. Dari kejauhan, kelihatan berjejer siswa-siswa dengan pakaian khas melayu, ada yang warna kuning, biru, pink dan oranye. Sekitar sepuluh siswa, plus dua orang dewasa, menunggu dengan tertib di pelabuhan tersebut.
KP 2001 dengan mulus bersandar di pelabuhan. Tali diikatkan, mesin kapal dimatikan. Satu per satu, para siswa turun. Tak hanya anak buah kapal yang membantu para siswa ini. Komandan kapal, Bripka Afrianto juga ikut membantu para siswa naik ke atas kapal. Sebelum memasuki kapal, para ABK KP 2001 membagikan life jacket. ”Demi keselamatan dan keamanan,” katanya.
Anak-anak itu pun manut dan mendengarkan arahan Afrianto dan dua ABK KP 2001. Mereka semua memasang life jacket. Begitu semua pelajar ini memasuki KP 2001, kapal dengan panjang sekitar 16 meter dan lebar 3 meter itu bertolak menuju Pelabuhan Pengumpan Sekupang, Batam.
Program Sampan Layar ini, tidak hanya sekadar mengantarkan pelajar semata. Selama di kapal, beberapa petugas kapal menyosialisasikan betapa pentingnya keselamatan pelayaran. Selain itu, juga membagi tips keselamatan. Edukasi dan sosialisasi menjadi bagian penting dari program Sampan Layar.
Dalam kesempatan itu, tak jarang beberapa pelajar juga berinteraksi dengan petugas kepolisian. Mohammad Fahrizal, siswa SMPN 3 Batam salah satunya. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya-tanya tentang kegiatan polisi.
Meskipun sedikit canggung dan malu-malu. Fahrizal memberanikan diri, bertanya mengenai cara masuk polisi. Sebab, ia bercita-cita menjadi seorang Bhayangkara.
Setiap pertanyaan Fahrizal, dijawab dengan baik oleh Afrianto.
”Senang bisa ikut kapal pak polisi,” tutur Fahrizal.
Hal senada diucapkan Nadia, siswi SMAN 24 Batam. ”Biasanya naik pancung. Tapi, kalau saat gelombang tinggi, Pak Polisi datang,” akunya.
Nadia mengatakan, program ini sangat membantu para pelajar di pulau. Sebab, jika gelombang tinggi, terkadang membuat orangtua mereka khawatir.
Bahkan, tak jarang para pelajar tidak masuk sekolah.
Namun, dengan adanya program Sampan Layar, Nadia tak khawatir lagi.
”Ada bapak-bapak polisi yang baik, saya ucapkan terima kasih Pak Polisi,” tuturnya.
Tak hanya pelajar yang memanfaatkan program ini. Mawang, warga Pulau Seraya yang bekerja di Batuampar itu, mengaku juga sering menikmati program Ditpolairud
Polda Kepri itu. ”Sangat berguna, apalagi angin kuat macam ini. Gelombang jadi tinggi, membantu sangat lah bagi anak-anak nak sekolah,” tuturnya.
Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri, Kombes Boy Herlambang, mengatakan, program ini berguna saat gelombang tinggi melanda Kepri, khususnya Batam kala musim utara. Musim utara terjadi di Januari dan Februari. Kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri tidak hanya bersiaga menghadapi segala kemungkinan. Namun, juga ikut membantu menyeberangkan masyarakat pulau.
”Program ini melihat dan membaca situasi di masyarakat,” tutur Boy. (*)
Reporter: Fiska Juanda



