Rabu, 28 Januari 2026

Meriahkan Hari Kartini dan Hardiknas, RA Shafa Gelar Karnaval Budaya di Botania Garden Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Andaru bersama teman-temanya saat mengikuti karnaval budaya di Botania Garden Batam, Sabtu (3/5). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), RA Shafa yang berlokasi di kawasan Botania Garden, Batam Center, menggelar karnaval budaya yang meriah pada Sabtu (3/5). Kegiatan ini dimeriahkan dengan pawai drumband, parade pakaian adat nusantara, hingga berbagai lomba yang melibatkan siswa-siswi serta para orang tua murid.

Karnaval ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan. Tahun ini, puluhan siswa-siswi RA Shafa tampil semangat dan percaya diri dalam mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berbaris mengikuti irama drumband yang dibawakan oleh rekan-rekan sekelas, menyusuri area sekitar Botania Garden dengan penuh antusiasme.

Tak hanya anak-anak, orang tua siswa juga turut memeriahkan acara. Berbagai kelompok yel-yel dibentuk untuk mendukung penampilan anak-anak mereka. Selain itu, lomba menghias tumpeng orang tua murid dan peragaan busana turut digelar, menambah semarak suasana peringatan dua momen penting dalam sejarah bangsa ini.

Ketua Yayasan Pendidikan Madani Batam Kota, Cecep Komaya, mengapresiasi semangat kolaboratif yang terbangun antara pihak sekolah dan orang tua. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai bentuk pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini.

“Setiap tahun kami rutin menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional. Melalui kegiatan seperti drumband dan menari, anak-anak belajar tentang budaya, keberanian, dan kerja sama,” ujar Cecep.

Sementara itu, Kepala RA Shafa Botania Garden, Siti Hapsoh Supriyaty menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kreativitas serta melatih mental tampil di depan umum.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Dengan karnaval ini, mereka belajar banyak hal dari budaya nusantara, keterampilan sosial, hingga keberanian. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan kreatif,” ujarnya.

Karnaval yang berlangsung sejak pagi itu pun disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Para orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, bahkan turut serta dalam parade mengenakan busana tradisional khas daerah masing-masing.

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, karnaval ini menjadi simbol sinergi antara pendidikan formal dan partisipasi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. RA Shafa kembali membuktikan bahwa pendidikan usia dini tak hanya soal membaca dan berhitung, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa. (*)

Reporter: Yashinta

Update