
batampos – Penyidikan dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar masih terus bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri. Hingga akhir Juni ini, lebih dari 40 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik dalam proses penyidikan
“Masih jalan di penyidikan, sudah ada 40 saksi yang diperiksa,” tegas Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, kemarin.
Menurut dia, saat ini pihaknya agak berjalan lambat karena masih menunggu hasil perhitungan dari BPK terkait kerugiaan. Jika memang sudah ada, maka mungkin bisa berjalan lebih cepat.
.“Masih proses perhitungan di BPK, belum selesai. Mudah-mudahan pertengahan Juli sudah keluar,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemeriksaan saksi masih mungkin bertambah. Beberapa nama yang sebelumnya sudah diperiksa, termasuk pejabat lama di lingkungan BP Batam, berpeluang dipanggil kembali untuk pendalaman.
Termasuk salah satu nama yang kini sudah dilantik sebagai pejabat, Fesly Abadi S, yang sebelumnya juga sempat diperiksa penyidik. fesly menurut informasi, memiliki peran penting dalam proyek pelabuhan yang kini disidik Polda Kepri
“Penunjukan pejabat tidak mempengaruhi proses penyidikan. Kalau memang dibutuhkan, bisa saja diperiksa lagi,” tegas Silvester.
Penyidikan kasus ini telah berlangsung sejak Februari lalu. Bahkan, pada 19 Maret 2025, tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penggeledahan di kantor BP Batam. Sejumlah dokumen proyek disita sebagai barang bukti, termasuk dokumen anggaran, kontrak kerja, dan laporan kemajuan pekerjaan.
Dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri pada akhir Februari, tercantum tujuh nama terlapor. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara di BP Batam, pegawai BUMN, serta pihak swasta. Ketujuhnya hingga kini masih berstatus sebagai terlapor.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Yusnar Yusuf, membenarkan bahwa pihaknya belum menerima berkas penyidikan dari kepolisian. “Kami baru terima SPDP-nya saja. Sampai sekarang, berkas belum masuk. Kami masih menunggu,” ujarnya.
Proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar sendiri merupakan bagian dari program strategis nasional yang ditujukan untuk mempercepat distribusi logistik di wilayah perbatasan. Namun proyek tersebut sempat terhenti di tengah jalan dan menimbulkan dugaan adanya penyimpangan anggaran. (*)
Reporter: Yashinta



