
batampos – PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) tengah menjalankan proses transformasi digital melalui migrasi sistem core banking ke platform terbaru, Next Generation Banking System (NGBS). Proses migrasi ini berlangsung pada 17 hingga 20 April 2025.
Selama masa transisi tersebut, sejumlah layanan perbankan kemungkinan akan mengalami gangguan sementara, termasuk pada layanan Fuel Card yang digunakan oleh nasabah di wilayah Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan.
Meski demikian, pihak KB Bank memastikan bahwa layanan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui Fuel Card tetap tersedia dan dapat berfungsi selama proses migrasi berlangsung. Penyesuaian layanan pun telah diterapkan agar operasional tetap berjalan optimal di tengah transisi teknologi.
Baca Juga: Ujian Kenaikan Kelas SD dan SMP di Batam Dimulai 16 Juni, Libur Semester Selama Dua Pekan
Direktur Utama KB Bank, Woo Yeul Lee, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk meminimalkan dampak migrasi sistem terhadap nasabah. Ia menegaskan bahwa Fuel Card tetap dapat digunakan dengan sejumlah penyesuaian teknis yang sudah dirancang sedemikian rupa.
“Kami sangat memahami betapa pentingnya layanan Fuel Card bagi masyarakat, terutama dalam memastikan kelancaran distribusi BBM bersubsidi. Kami berkomitmen untuk menjaga layanan ini tetap tersedia dan berjalan dengan lancar, sembari terus memperkuat infrastruktur digital kami demi memberikan layanan yang lebih baik di masa depan,” ujar Woo Yeul Lee.
Selama proses migrasi berlangsung, transaksi pembelian BBM dilakukan secara tunai untuk menggantikan sementara skema autodebet yang biasa digunakan. Meskipun demikian, sistem pembatasan kuota harian tetap berjalan sebagaimana mestinya melalui teknologi limitasi yang telah tertanam pada kartu.
Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Fit and Proper Test, Bakal Ada Wajah Baru hingga Rotasi Jabatan
“Selain itu, pemantauan seluruh transaksi tetap dilakukan secara waktu nyata melalui dasbor sistem internal KB Bank guna memastikan distribusi BBM berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah antisipatif, KB Bank telah melakukan sosialisasi kepada seluruh petugas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mitra di Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat memahami proses penyesuaian sistem dan dapat memberikan bantuan kepada nasabah selama masa transisi.
Sistem NGBS sendiri merupakan platform perbankan generasi terbaru yang pengembangannya didukung oleh KB Kookmin Bank, induk usaha KB Bank. Sistem ini telah diterapkan secara luas di berbagai entitas milik KB Financial Group di tingkat global, dan dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis seiring kemajuan teknologi.
Migrasi sistem core banking ke NGBS telah memperoleh persetujuan dari regulator dan menjadi tonggak penting dalam upaya KB Bank menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien. Proses ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang kokoh, serta menjadikan KB Bank sebagai lembaga keuangan pilihan utama di Indonesia.
Jika terdapat kendala atau ketidaknyamanan selama masa migrasi, nasabah dapat menghubungi layanan pelanggan Halo KB Bank di nomor 14005 atau melalui surat elektronik ke alamat [email protected]. (*)
Reporter: Yashinta



