Kamis, 19 Februari 2026

Minim Drainase, Batam Kerap Banjir

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Sejumlah ruas jalan di Batam terlihat seperti anak sungai pascahujan deras, Senin (14/8) sore. Ratusan kendaraan terjebak banjir, puluhan di antaranya mogok.
Seperti yang terlihat di Jalan Ali Kelana depan Kompleks Niaga Mas Batam Center. Ruas jalan yang mengarah ke perempatan jalan itu tergenang banjir cukup tinggi. Kondisi itu membuat sejumlah pengendara yang melintas kewalahan. Bahkan akibat banjir tersebut, beberapa kendaraan mogok.

Seperti yang dialami Andre, yang harus merelakan sepeda motornya mogok karena terendam banjir saat melintas di jalan tersebut. Ia nekat menerobos genangan air, karena hendak ke tempat teman.

”Saya pikir airnya dangkal, ternyata tinggi, sampai menyentuh sepatu saya. Motor pun mogok tak lama kemudian,” jelas Andre.


Ia mengaku terpaksa mendorong sepeda motornya ke jalur yang tak banjir. Ia pun mencoba menghidupkan sepeda motor tersebut, namun sia-sia.

”Saya dorong dari genangan banjir, semua pakaian saya basah karena masih hujan juga. Tapi motor tak mau hidup, terpaksa minta bantuan teman,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Rozi, pengendara lainnya yang hampir menjadi korban banjir. Ia mengaku hampir menerobos genangan air, karena buru-buru pulang.

”Untungnya saya lihat banyak kendaraan yang mogok jadi saya berhenti dulu untuk berteduh. Kalau terobos mung-kin motor saya ikut mogok,” jelas Rozi.

Dikatakannya, tak hanya sepeda motor yang ia lihat mogok, tapi juga kendaraan roda empat. Akibatnya jalan sempat macet.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah kendaraan berusaha menerobos genangan air hujan yang meluap di jalan Raja Isa, Batam Center, Senin (14/8).

Genangan air di sejumlah titik membuat arus lalu lintas dari berbagai wilayah menga-lami kemacetan. Baik dari arah Kabil, Punggur menuju Kepri Mall serta sebaliknya, dan dari arah Batam Center menuju Batuaji sebaliknya, terdampak banjir hingga menimbulkan kemacetan yang sangat panjang.

”Kami baru balik dari arah Batuaji, kejebak macet hingga 1,5 jam tepat setelah melewati Simpang Panbil, Mukakuning,” ujar Ajang, pengendara.

Ia menyaksikan kemacetan panjang yang membuatnya harus mencari akal untuk mencari jalan alternatif. Hingga akhirnya memilih untuk melalui area Central Sukajadi.

”Saya ambil jalan alternatif jalan dari area Central Sukajadi,” ungkapnya.

Walau berhasil melewati kemacetan panjang yang terjadi di area Mukakuning menuju Simpang Kabil, namun ia masih terjebak macet. Tepatnya di area Imperium yang terletak di seberang Polresta Barelang.

”Motong jalan dari Central Sukajadi, berhasil keluar hingga di Polresta. Kemudian putar balik dan masuk Imperium, karena mau ke Batam Center. Tapi juga udah menumpuk kendaraan, karena banyak yang putar balik,” paparnya.

Simpang Kabil seperti sungai yang arusnya deras. Sampah kayu juga terlihat hanyut di arus deras tersebut di antara kendaraan.

Sementara itu, Dodo, salah satu pengguna jalan lain juga merasakan dampak kemacetan saat berjalan dari arah Mega Legenda menuju Simpang Kepri Mall. Ia akhirnya memilih untuk memutar balik kendaraannya melalui U-turn Perumahan Plamo Garden.

”Kacau macet parah, akhirnya putar balik dari U-turn Perumahan Plamo sebelum Simpang Kepri Mall,” ujarnya.

Banjir di Simpang Kepri Mall juga merepotkan petugas kepolisian. Petugas berjibaku membantu para pengendara yang kendaraannya mati saat melintas kawasan tersebut.

”Tapi saya apresiasi kinerja petugas kepolisian yang turun ke lokasi. Baik yang bantu kendaraan yang mati akibat terkena genangan banjir. Juga para petugas yang mengatur arus lalu lintas,” paparnya.

Tak hanya di situ, warga Legenda Bali juga terdampak banjir. Jalan lingkungan di sejumlah blok terutama di blok D seperti sungai berarus deras.

Warga di sana juga dibuat repot karena banjir masuk hingga ke dapur membasahi alat elektronik, kasur, lemari hingga sofa. ”Habis. Alat elektronik kenak semua,” ujar warga yang baru pindah ke Legenda Bali. Ia mengaku tak sempat menata perabotan rumahnya karena baru pindah sehari.

Sementara, di rumah Pai di blok D 3 juga tak kalah parah. Sebab air sejengkal masuk ke dalam rumahnya, bahkan sampai ke bagian dapur dan kamar. ”Baru kali ini banjir sampek ke dapur. Sebelumnya paling parah di ruang keluarga. Ini laptop, kipas angin kasur juga basah semua. Pasrah deh,” kesal dia.

Supriyanto, warga Legenda Bali blok D lainnya mengatakan bahwa banjir separah ini karena parit besar di Blok A yang sedang dibangun tersumbat material, sehingga air tidak mengalir lancar. ”Saya sama warga lainnya tadi gotong-royong di bagian tersumbat tersebut. Alhamdulillah tak lama kemudian air menga-lir seperti biasa,” ungkapnya.

Tampak sejumlah warga membersihkan rumahnya masing-masing dari lumpur sisa banjir, mengangkut perabotan yang terkena banjir ke teras, hingga membersihkan lumpur di jalan dengan menyemprotkan air. Kondisi seperti itu, berlangsung hingga tadi malam.

”Sekalian capek sekarang, biar bisa tidur dengan tenang. Kalau lihat rumah kotor gak nyaman,” ujar Pai.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan, banjir menjadi persoalan setiap tahunnya. Mengatasi banjir di Batam butuh komitmen dari semua pihak.

Menangani permasalahan banjir sudah seharusnya menjadi prioritas. ”Kuncinya adalah komitmen semua stakeholders untuk menempatkan banjir sebagai prioritas. Kalau sudah komitmen sudah gampang tinggal eksekusi program-program untuk pengendalian banjirnya seperti apa tinggal persoalan teknis saja,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (14/8).

Disinggung mengenai banjir yang kerap terjadi di jalan utama di Simpang Kepri Mall, Legenda Belakang, Simpang Frengky samping Poltek, ia menjawab memang seharusnya drainase di wilayah tersebut ditambah. Terlebih lagi, drainase yang ada saat ini sudah tak mampu lagi menampung debit air hujan.

”Drainase yang sekarang ada tapi gak cukup. Langkahnya hanya itu menambah drainase,” ungkap Suhar.

Namun begitu kembali lagi ke komitmen, jika semua pihak komitmen mengatasi banjir ini tentu permasalahan banjir yang selama ini terjadi setiap tahunnya bisa teratasi. ”Kalau kami kan tukang bangun, ada anggaran bangun kalau nggak ya gimana lagi,” pungkasnya. (*)

SALAM RAMADAN