
batampos – Keberadaan pembalap liar di jalanan Kota Batam tak ada habisnya. Pembalap yang didominasi remaja ini tak hanya meresahkan pengendara, namun juga menyebabkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
Rapi, driver ojek online mengatakan ia hampir setiap malam menemukan aksi balap liar tersebut, khususnya di seputaran kawasan Batam Centre.
“Biasanya ada balapan itu pada tengah malam. Saya sering ketemu, karena ambil orderan malam,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan pembalap liar ini mengancam keselamatan driver ojol yang sedang mencari nafkah pada malam hari.
Baca Juga: Kemacetan Parah di Simpang Basecamp Batuaji, Pengendara Harapkan Ada Rambu Lalu Lintas
“Kami (ojol) banyak menghabiskan waktu di jalan. Tapi jalan Batam sekarang malah tidak aman,” katanya.
Rapi menilai banyaknya pembalap liar ini karena minimnya pencegahan dan penindakan oleh pihak kepolisian. Sehingga, anak-anak semakin nekat atau merajalela.
“Jarang ada polisi, paling ada yang patroli sesekali. Kalau lihat ada mobil patroli, mereka berhenti dulu,” ungkapnya.
Seharusnya, kata Rapi, penindakan yang dilakukan polisi dilakukan secara masif. Seperti berjaga di lokasi yang rawan digunakan balap liar.
“Jangan hanya patroli atau razia sesekali saja. Itu tidak akan membuat jera, pembalapnya akan balik lagi,” katanya.
Baca Juga: Hibah Lahan Masjid di Central Hills Tak Jelas, Warga Ajukan RDP ke DPRD Batam
Diketahui, pada tahun lalu polisi menyebutkan ada 16 lokasi balap liar. Lokasinya yakni di kawasan Nagoya di depan Gereja Immanuel Batam, Jalan Raden Patah.
Kemudian di kawasan Batam Centre, yakni di Dataran Engku Hamidah, Bundaran Madani, Hotel 01, Simpang Frengky, dan Simpang Kara. Sedangkan kawasan Sekupang di Hutan Mata Kucing, SP Sagulung, Bundaran Tembesi, serta di Pasar Pancur, Nongsa.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yelvis Oktaviano mengatakan untuk mengantisipasi aksi balap liar ini, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek setempat dan Polda Kepri.
“Masalahnya titik balap liar ini banyak. Maka untuk standby di lokasi itu Polsek setempat dan harus melibatkan semua unsur,” katanya.
Yelvis mengaku pihaknya juga sudah kerap memberikan efek jera kepada pebalap liar. Dengan memberikan sanksi tilang hingga penyitaan knalpot brong.
“Tapi mereka kerap kucing-kucingan. Saat ada anggota mereka bubar, dan anggota pergi mereka balik lagi,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



