
batampos – Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari TPU Sei Temiang hingga kawasan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, kembali disorot warga. Kondisi jalan yang rusak parah, bergelombang, serta minim penerangan pada malam hari menimbulkan keresahan dan membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan jalan ini diperparah oleh pepohonan yang tumbuh liar di sepanjang sisi jalan. Rimbunnya dedaunan yang tak tertata menambah kesan angker di malam hari dan mengganggu visibilitas pengendara. Hal ini juga membuat suasana jalan menjadi tidak nyaman baik siang maupun malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan hampir seluruh ruas jalan Ahmad Dahlan mengalami kerusakan. Terdapat banyak lubang, pecahan aspal, serta gelombang yang muncul akibat tambal sulam yang dilakukan sebagai solusi jangka pendek. Upaya ini dinilai belum cukup untuk mengatasi persoalan utama.
Ridwan, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan keluhannya. Menurutnya, jalan ini sangat padat pada pagi dan sore hari karena menjadi jalur utama pekerja dari Batuaji dan Sagulung menuju Tanjungriau maupun sebaliknya. Kondisi rusak membuat arus lalu lintas tersendat dan rawan kecelakaan.
“Banyak kendaraan harus melambat karena gelombang dan lubang di jalan. Kalau ngebut sedikit bisa langsung jatuh, apalagi motor,” keluh Ridwan saat ditemui di lokasi.
Ia menegaskan pentingnya perbaikan segera karena jalur ini menjadi alternatif utama ketika jalan Marina City macet di jam sibuk.
Senada dengan Ridwan, Herman, warga lainnya, juga menyuarakan keprihatinan. Ia berharap pemerintah segera turun tangan secara serius. “Kerusakan ini sudah terlalu lama dibiarkan. Kami butuh perbaikan total, bukan tambal sulam lagi,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan ini dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini, ia masih menanti realisasi dari pemerintah kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan tahun ini masih difokuskan pada titik-titik yang dinilai lebih mendesak. Menurutnya, semua usulan masyarakat tetap akan diakomodir, namun realisasinya bergantung pada skala prioritas dan ketersediaan anggaran. (*)
Reporter: Eusebius Sara



