
batampos – Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari TPU Seitemiang hingga Tanjungriau semakin memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi akses penting bagi warga sekitar ini tampaknya kurang mendapat perhatian dan perawatan dari pihak terkait. Berbagai masalah seperti jalan rusak, minim penerangan, serta rimbunnya pepohonan di sepanjang jalan semakin membuat kondisi jalan ini berbahaya bagi pengguna.
Sebelumnya, jalan ini disebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi. Namun, hingga kini, perbaikan yang dinanti-nanti warga belum juga dilakukan. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang menyebabkan banyak pengendara kesulitan melewati jalur tersebut dengan aman dan nyaman.
Selain kerusakan jalan, lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan ini juga tidak berfungsi normal. Saat malam tiba, jalanan menjadi sangat gelap karena sebagian besar lampu PJU mengalami kerusakan. Ditambah lagi, beberapa lampu yang masih berfungsi tertutup oleh rimbunnya pepohonan yang belum pernah ditata atau dipangkas.
Kerimbunan pepohonan di sepanjang jalan semakin memperburuk kondisi jalan ini. Pepohonan yang dibiarkan tumbuh liar tidak hanya menghalangi cahaya dari PJU, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. Sampai saat ini, belum ada upaya konkret dari pihak berwenang untuk melakukan perapian atau penataan di sepanjang jalan tersebut.
Kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan ini telah menyebabkan seringnya kecelakaan lalu lintas. Beberapa waktu lalu, seorang pengendara motor mengalami kecelakaan parah hingga harus terkapar bersimbah darah akibat tabrakan dengan mobil. Diduga, kecelakaan ini terjadi karena pengendara tidak dapat menghindari lubang besar di jalan yang gelap.
Ismail, salah satu warga yang sering menggunakan jalan ini, mengungkapkan bahwa kondisi jalan semakin hari semakin buruk. Ia berharap ada upaya minimal berupa perawatan atau perbaikan sementara agar jalan ini lebih aman dilalui. “Kami sudah sangat kesulitan. Jalan ini setiap hari kami lalui, tapi semakin lama malah semakin rusak,” ujarnya.
Bagi pengguna jalan, kondisi ini tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga menimbulkan rasa khawatir. Saat malam hari, jalanan terasa seram karena gelap dan rusak. Selain itu, minimnya penerangan juga menambah risiko terjadinya aksi kriminal jalanan.
Warga sekitar, khususnya mereka yang tinggal di Batuaji dan bekerja di Tanjungriau, sangat mengandalkan jalan ini sebagai akses utama mereka. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kondisi jalan akan semakin parah dan semakin banyak kecelakaan yang terjadi.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui bahwa infrastruktur jalan di kawasan ini memang sangat tertinggal. Pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan jalan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah provinsi maupun kota.
Warga berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih terhadap kondisi Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang ini. Dengan adanya perbaikan jalan, perapian pepohonan, serta perbaikan lampu PJU, diharapkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat meningkat serta mengurangi risiko kecelakaan dan tindakan kriminal di kawasan tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



